Oleh: majalah merah putih | Januari 3, 2010

APAKAH INDONESIA = NEGERI BENCANA ?

HOT ISSUE

APAKAH INDONESIA = NEGERI BENCANA ?

Indonesia akhir-akhir ini sering dilanda bencana. Banjir, tanah longsor, gunung meletus, kekeringan, dan angin puting beliung akrab melanda seantero negeri. Bahkan, gempa bumi dan tsunami sedang “berprogram” mengancam berbagai belahan negeri ini. Menurut data geologis, wilayah Indonesia memang berada di RING OF FIRE. Dua samudera dan benua besar mengitari ribuan pulau kita sekaligus menebar ancaman badai dan gelombang abrasi. Lempeng-lempeng bumi juga banyak bertemu di Indonesia, akibatnya gempa dan tsunami setiap saat bisa mengguncang. Belum lagi proses GLOBAL WARMING yang akan mencairkan dua kutub bumi. Pulau-pulau kita terancam tenggelam dan hilang dari peta negara kita. Ya Tuhan … apakah memang negeri kami tercinta, Indonesia adalah ”negeri bencana”?

Berikut ini adalah komentar-komentar cerdas sahabat MERPUT dari berbagai sekolah mengenai fenomena tersebut.

Ungkapan itu terkesan menakut-nakuti. Indonesia, Amerika, Cina, India, dan semua negara pasti punya ancaman bencana masing-masing.Jadi bukan hanya Indonesia saja. Semua tergantung pada penduduk negeri itu. Diperlukan keberanian, kebersamaan, dan kreativitas mengantisipasi dengan berbagai teknologi. Pelestarian lingkungan alam perlu dilakukan semua warga negara. Yang terpenting lagi, iman yang kuat dan akhlaq yang baik warga seisi negeri akan menjauhkan kita dari ancaman bencana. (Nadia Abdat, SMA Nasima XI-IS)

Bencana tak lepas dari perbuatan kita. Semua negara pasti punya potensi bencana. Bedanya pada kesiapsiagaan penanggulangan. Negara yang maju dan modern memiliki sistem dan teknologi yang memadai untuk menanggulangi bencana pada saat kejadian maupun pemulihan pasca bencana. Bahkan mereka bisa membuat prakiraan atau deteksi dini. Mengantisipasi ancaman aneka bencana itu, pemerintah maupun segenap warga, terutama generasi muda harus memadukan ide-ide solutif dan langkah cerdas untuk membuat sistem penanggulangan bencana yang solid. INDONESIA BUKAN NEGERI BENCANA, tetapi INDONESIA = NEGERI YANG BELUM SOLID MENGHADAPI BENCANA. (Septian Luthfi Hilman, SMA Nasima XII IPA)

Gempa bumi yang terjadi di Padang belum lama ini membuat aku merasa sedih dan kasihan, karena banyak rumah yang telah hancur, banyak anak yang kehilangan orangtuanya karena meninggal, rasanya aku ingin membantu mereka misalnya dengan memberi uang, dan memberi makan, semoga di Indonesia tidak terjadi bencana lagi… (Yasmine Putri Nabila, PUD Nasima IIC)

Bencana gempa yang terjadi di Padang mengundang banyak keprihatinan. Gempa ini dirasakan sangat keras di Padang dan menimbulkan kepanikan serta menyebabkan kerusakan berat pada beberapa bangunan. Kota Padang adalah daerah yang terdekat dengan pusat gempa, tersusun oleh aluvium dan batuan vulkanik dimana dapat memperkuat efek guncangan gempa bumi. Saya sangat sedih dengan kejadian tersebut, tapi saya harap teman-teman di Padang bersabar dan berdoa kepada Allah, semoga hal ini dapat memperkuat iman….saya sebagai anak Indonesia berharap agar tidak terjadi lagi bencana, sehingga rakyat Indonesia dapat hidup dengan tenang… (Rosi Tri Mukti, SD Nasima V C)

Bencana banyak sekali terjadi di Indonesia, seperti banjir, gunung meletus dan kemarin terjadi gempa bumi di Padang. Dari bencana-bencana itu banyak jatuh korban, banyak yang meninggal, apalagi di Padang. Aku sedih waktu melihat tayangan di TV tentang gempa di Padang, banyak teman-temanku yang meninggal, banyak rumah dan gedung yang ambruk, banyak rumah yang tertimbun oleh tanah. Aku berharap bencana tidak terjadi lagi di Indonesia…aku cinta Indonesia…Ya Allah..semoga teman-temanku di Padang yang meninggal karena gempa dimasukkan surga ya… (Aisyah Khalimaturrahmah, PUD Nasima II D)

Bencana adalah suatu peristiwa yang disebabkan oleh proses alam atau akibat ulah manusia yang terjadi secara mendadak yang mengakibatkan kerusakan dan kehilangan. Peristiwa di Padang sangat menyedihkan, karena ratusan jiwa meninggal akibat gempa. Secara geologis, negara kita memang dilalui lempeng Eurasia, Australia dan Pasifik yang selalu bergerak. Pertemuan antar lempeng itu dalam jangka panjang akan menghimpun energi, sehingga pada saat energi itu dilepaskan, maka terjadilah gempa. Selain itu, Negara kita juga memiliki sekitar 250 lebih gunung api aktif yang pada saat-saat tertentu dapat meletus dan menimbulkan bencana. Oleh sebab itu perlu dilakukan mitigasi bencana secara terus menerus sehingga meskipun bencana di Negara kita tidak dapat dicegah, namun resikonya bisa ditekan sedemikian rupa. Semoga rakyat Indonesia terutama di Padang tetap tawakal dan bersabar menerima setiap ujian …. (Marista Roswanti, SMPN 13 Semarang)

Indonesia sedang berduka, khususnya di Padang Sumatra Barat, karena tanggal 2 September yang lalu di Padang telah terjadi bencana besar yaitu gempa bumi. Ratusan orang meninggal dan ribuan rumah hancur berantakan, yang lebih tragis lagi ada puluhan rumah yang rata dengan tanah karena terkena longsoran bukit. Gempa di Padang terjadi karena ada pelepasan energi yang dihasilkan oleh tekanan yang dilakukan oleh lempengan yang bergerak. Hal ini banyak membawa dampak keprihatinan. Rakyat Indonesia turut berduka atas kejadian tersebut, sehingga banyak orang yang ingin membantu penduduk Padang yang terkena musibah…Media-media baik televisi maupun media cetak banyak yang bersedia membantu menyalurkan bantuan dari masyarakat untuk penduduk Padang, semoga hal ini banyak meringankan beban penderitaan penduduk Padang pada khususnya… (Emil Prasetyo, SD Bojongsalaman)

Kita tidak usah khawatir dengan bencana. Kalau sudah ditakdirkan Allah kita meninggal dan harta benda hancur karena bencana, tawakal saja pada Yang Maha Kuasa. Tapi kita tidak boleh menyerah dengan tidak melakukan apa-apa. Langkah-langkah kecil bisa kita lakukan, misalnya membuang sampah pada tempatnya untuk mencegah banjir, menanam dan merawat tanaman untuk mencegah global warming, membangun rumah tahan gempa, dan sebagainya. Ingat, jangan menyerah begitu saja pada bencana, hadapi semampu kita. Kepedulian, kebersamaan, dan kreativitas mampu mengatasinya. (Fernando Niko Abdila, SMP Nasima VII C)

Kiamat sughra (kiamat kecil) mengancam kita setiap saat. Waspadalah! Ingat ada bencana yang disebabkan alam dan ulah manusia. Gobal warming disebabkan oleh polusi asap, AC, parfum, dan sebagainya. Banjir dan abrasi terjadi karena pembabatan hutan atau bakau serta tumpukan sampah yang menyumbat. Saran saya, lakukan hal-hal sebagai berikut: 1) Hindari pembangunan yang banyak menggunakan kaca, 2) Kurangi pemakaian zat-zat seperti freon, karbon, dll, 3) Buatlah rumah tahan gempa dan ramah linkungan, 4) Biarkan pepohonan tumbuh subur. OK? (Drivi Mediana, SMP Nasima IX)

Saya TIDAK SETUJU  Indonesia = negeri bencana. Kita pasti bisa menanggulangi bila kita kerja sama dan kerja keras. Ayo kita benahi alam dengan banyak menanam pepohonan, tidak membuang sampah sembarangan, mengurangi polusi, dan menghukum berat para pembalak hutan atau perusak lingkungan. Percobaan-percobaan harus terus dilakukan untuk bisa mendeteksi bencana dan menciptakan teknologi penanggulangan bencana. (Ivan Yusri, SMP Nasima VII)

About these ads

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 1.550 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: