Oleh: majalah merah putih | Januari 23, 2010

Prof. Dr. H. Mungin Eddy Wibowo, M.Pd., Kons.

NOTES WARNA

BISA SEKOLAH LEBIH BERNILAI DARI WARISAN HARTA

Saat ini banyak kalangan berdebat kusir tentang perlu tidaknya Ujian Nasional (UN). Dari jalanan sampai pengadilan mereka menggugat Mendiknas. Tangan kanan Mendiknas dalam penyelenggaraan UN adalah BSNP (Badan Standar Nasional Pendidikan). Badan yang beranggotakan para pakar dan praktisi pendidikan ini memang ”otak dan tangan” di tingkat pusat atas terselenggaranya UN. Lebih besar lagi, badan inilah yang menyusun konsep dan mengawal tercapainya standard-standar nasional untuk beberapa komponen penyelenggaraan pendidikan. Betapa besar tanggung jawab yang diemban oleh BSNP. Tak sembarang orang bisa menjadi anggota BSNP. Dalam kesempatan ini Merput mewawancarai salah seorang anggota BSNP yang sangat diakui kepakarannya, Prof. Dr.H. Mungin Eddy Wibowo, M.Pd, Kons. Wartawan Anak Majalah Merah Putih (Warna Merput) yang terdiri dari Selaga Megan Pinilih, Ardea Dewantara Arif, dan Eldo Dea Lutfian (semuanya siswa SMP Nasima) menulis sisi-sisi inspiratif dari profesor bimbingan konseling ini.

Prof  Mungin, kami sedikit kenal Bapak dari berita-berita koran terkait Ujian Nasional. Kami juga pernah diberi cerita oleh beberapa guru saya yang alumni IKIP Semarang atau Unnes tentang dosen-dosennya yang sangat pintar dan mencintai dunia pendidikan. Salah satunya adalah Bapak.  Mengapa Bapak dari dulu sampai sekarang tetap bergelut di bidang pendidikan? Apakah yang menarik dari dunia pendidikan, khususnya di Indonesia?

Dunia pendidikan sangat menarik karena terkait dengan proses pembentukan anak manusia menjadi manusia dewasa yang sehat, mandiri, pintar, terampil, cerdas, dan berakhlak mulia. Dinamika ilmu, metode, permasalahan, dan sebagainya teramat kompleks serta tak akan pernah habis untuk dikaji. Pikiran, perasaan, dan segala aspek manusia tersentuh dalam pendidikan. Kebanggaan akan teraih bila anak manusia yang dididik mencapai keberhasilan. Rasa peduli dan kasih sayang akan sangat tercurah ketika harus membimbing anak didik yang mengalami hambatan belajar. Saya percaya siapapun yang bergelut di dunia pendidikan adalah manusia mulia karena berperan membentuk generasi yang berkualitas.

Bagaimana riwayat pendidikan Bapak dari kecil sampai bisa menjadi profesor di bidang pendidikan?

Saya adalah anak desa. Anak bungsu dari enam bersaudara. Ayah saya seorang petani dan menjadi Penjaga Sekolah. Lahir di Desa Kebanaran, Kecamatan Purworejo Klampok, Kabupaten Banjarnegara pada tanggal 20 Nopember 1952. Saya mengawali sekolah di Sekolah Rakyat Desa Kebanaran (setingkat SD sekarang-red) tahun 1959 – 1965. Kemudian meneruskan di SMP Purworejo Klampok tahun 1965 – 1968. Tahun 1968, diperkuat saran orang tua saya memilih melanjutkan ke Sekolah Pendidikan Guru (SPG) Banjarnegara dan lulus pada tahun 1971. Saya lulus Sarjana Muda Psikologi Bimbingan IKIP (Institut Keguruan dan Ilmu Pendidikan) Semarang pada tahun 1974 dan mampu meraih Sarjana tahun 1976. Tahun 1977 saya diangkat menjadi dosen di IKIP Semarang. Setelah itu dapat meraih Magister Pendidikan di IKIP Malang pada tahun 1993 dan Doktor di Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Bandung pada rahun 2001. Keduanya pada program studi Bimbingan Konseling. Guna mematangkan kompetensi di bidang Bimbingan Konseling, saya mengikuti Pendidikan Profesi Konselor di Universitas Negeri Padang pada tahun 2005 dan memperoleh gelar tambahan sebagai Konselor. Pengalaman pendidikan, penelitian, dan keaktifan menulis maupun ceramah ilmiah di berbagai forum mengantar saya memperoleh gelar Profesor pada tahun 2006.

Apakah Bapak selalu meraih prestasi selama sekolah atau kuliah? Apa saja prestasinya Pak?

Saya merasakan kemudahan dan kelancaran dalam belajar dari SR sampai S.3. Itu adalah prestasi bagi saya, terutama bagi kedua orang tua yang berusaha keras membiayai sampai kulaih S.1 dan terus memotivasi saya sampai menjadi seperti saat ini. Saya pernah menjadi Mahasiswa Teladan IKIP Semarang tahun 1974. Setelah jadi dosen, saya pernah menjadi Dosen Teladan, dipercaya menjadi Ketua Jurusan BK, Ketua Prodi Pascasarjana BK, Ketua UPT BK, dan Pembantu Rektor I Unnes tahun 2003-2007. Di tingkat nasional saya ditugasi sebagai anggota BSNP tahun 2005-2013 dan dipercaya sebagai Ketua BSNP periode 2008-2009. Dalam kaitan profesi Konselor, saya menjadi Sekretaris Jenderal IPBI (Ikatan Psikologi Bimbingan Indonesia) dan dipercaya menjadi Ketua ABKIN (Asosiasi Bimbingan Konseling Indonesia) periode 2009-2013. Dipercaya untuk menduduki suatu jabatan juga sebuah prestasi yang tak ternilai. Saya sangat bersyukur pada Allah Swt yang senantiasa memberi bimbingan pada saya.

Bagaimana usaha-usaha Bapak agar selalu berprestasi di sekolah?

Selalu disiplin dan bersungguh-sungguh atas apa yang kita lakukan. Saya menyadari bahwa orang tua saya bersusah payah untuk membiayai sekolah saya. Saya sangat teringat ketika masih kuliah di Semarang, setiap saya pulang kampung, ayah saya menjual bambu dan kelapa untuk biaya transpor, makan, dan perlengkapan kuliah bulanan di IKIP Semarang. Kerja keras orang tua untuk membiayai sekolah saya dan saudara-saudara saya menjadi pamacu semangat untuk belajar sungguh-sungguh. Balasan kita atas jasa-jasa orang tua adalah kebanggaan ketika menyaksikan anak-anaknya sukses serta berakhlak baik.

Apakah Pak Mungin juga pernah sedikit usil atau nakal ketika sekolah? Misalnya apa Pak?

Nakal-nakal biasa pasti pernah, namanya saja anak-anak. Misalnya memetik mangga muda di kebun orang ketika bermain sama teman-teman sebaya, mandi di sungai sampai lupa waktu, dan sebagainya. Nakal yang wajar, kalau ndak nakal justru anak tidak normal. Yang penting tidak nakal kriminal atau asusila.

Kalau pengalaman paling berkesan ketika masih sekolah atau kuliah, apa Pak?

Ketika sekolah di SPG. Setiap berangkat, pulang, atau mengikuti lomba-lomba antar sekolah sambil bersepeda onthel kami sering diolok-olok oleh anak-anak SMA. Menurut mereka anak-anak yang sekolah di SPG itu tidak keren atau sekolah orang rendahan. Begitu juga saat kuliah di IKIP tak jarang mendapat olok-olok dari teman-teman d beberapa universitas. Bagi kami olok-olok itu adalah ujian bagi pilihan kami. Justru kami menjadi semakin mantap untuk memilih SPG dan IKIP sebagai pendidikan calon guru. Guru adalah profesi mulia yang akan memintarkan dan menjadikan orang-orang meraih kesuksesan.

Siapa guru atau dosen yang sangat berpengaruh dalam proses pendidikan Pak Mungin? Apa yang telah ditanamkan beliau-beliau pada Pak Mungin muda?

Bagi saya semua guru dan dosen saya adalah orang-orang yang berjasa dalam hidup saya. Kalau diminta yang paling berkesan, antara lain Pak Supangat dan Pak Sutimin, mereka adalah guru SPG yang sangat disiplin karena mereka mantan tentara. Juga Pak Wiwo Handoko, Kepala SPG yang disiplin, berwibawa, dan tegas. Dia juga mantan tentara. Hebatnya, ketika saya menjadi dosen dan pernah ceramah di Cilacap, Pak Wiwoyang sudah sangat tua masih mengenal saya sebagai muridnya. Bu Martensi adalah dosen yang ”menuntun” saya mampu lulus dan langsung menjadi dosen muda di IKIP Semarang. Di studi S.2 dan S.3 saya terkesan dengan Prof. Moenandir (S.2 IKIP Malang), Prof. Djawat dan Prof. Rohman Natawijaya (S.3 UPI Bandung). Ketiganya disegani karena kedisiplinan, ketegasan, dan obyektivitasnya. Selain itu mereka adalah sosok yang religius yang suka memberi semangat dan tantangan.

Pernahkah Bapak mengalami masalah cukup serius yang mengganggu ketika masih di bangku sekolah? Kalau boleh tahu, masalah apa saja Pak?

Masalah biaya sekolah. Ketika lulus SPG saya ingin meneruskan kuliah. Saya sadar itu bukan hal yang mudah karena orang tua saya hanya seorang Penjaga Sekolah dengan gaji amat kecil yang ”nyambi” petani di desa. Apalagi saudara-saudara saya juga masih sekolah. Saya hampir patah arang. Namun orang tua saya melihat kegelisahan saya itu dan mangatakan bahwa saya harus terus kuliah. Ayah saya mengatakan bahwa ayah adalah orang miskin yang tak banyak harta, tak ada sesuatu hartapun yang bisa diwariskan kecuali bisa menyekolahkan anak-anaknya untuk memperoleh ilmu sebanyak-banyaknya. Dengan ilmu anak-anak pasti akan bisa menentukan masa depannya kelak. Saya sangat terharu dan termotivasi dengan tekad orang tua yang luar biasa itu.

Anak sekolah jaman sekarang menurut kami sangat kompleks masalah-masalah yang harus dihadapi. Mulai dari pertemanan, kesibukan orang tua yang mengurangi perhatiannya ke anak, teknologi internet, TV, dan HP yang terus online, dan sebagainya.

Semua itu bisa mempengaruhi motivasi dan prestasi belajar. Kita sebagai anak sekolah harus bagaimana Pak?

Tetap fokus pada tugas utama kita sebagai pelajar yang harus selalu belajar dan berakhlaq mulia. Apalagi kita mengemban tanggung jawab untuk membalas jerih payah orang tua dengan prestasi dan akhlak yang membanggakan. Bolehlah kita bergaul dengan teman-teman sebaya yang membawa pengaruh positif. Pertemanan yang membawa pengaruh negatif (pergaulan bebas, merokok, nongkrong, kebut-kebutan, narkoba, perkelahian) harus dihindari. Perkembangan teknologi seperti handphone atau internet juga harus tetap diikuti untuk hal-hal yang positif serta dalam kendali kita. Maksudnya bukan kita yang dikendalikan atau diperbudak oleh piranti-piranti itu. Kuncinya, sekali lagi kita harus tetap fokus pada tugas kita sebagai pelajar, punyai prinsip diri yang kuat agar mampu mengendalikan setiap perilaku kita secara efektif. Orang dewasa di Tri Pusat Pendidikan (keluarga, sekolah, masyarakat) harus berperan efektif memberi arahan dan teladan dalam tantangan hidup anak sekolah yang semakin kompleks di jaman serba maju seperti ini.

Bila kita sedang menghadapi masalah serius tentang belajar atau pertemanan di sekolah, siapa sebaiknya yang kita temui untuk konsultasi? Guru BK, wali kelas, guru bidang studi atau kita coba pecahkan sendiri?

Pertama tetap kita berusaha untuk memecahkan sendiri. Kalau mengalami kesulitan lebih baik berkonsultasi dengan orang tua, wali kelas, guru mata pelajaran atau guru BK. Silahkan kamu pilih yang menurut kamu cocok untuk menjadi tempat curahan hati dan memohon solusi. Masalah bagi kita adalah media untuk mematangkan atau mendewasakan diri kita. Setiap individu pasti mempunyai masalah dan setiap masalah pasti ada pemecahannya. Bila tidak diselesaikan sendiri jangan ragu untuk berkonsultasi dengan orang lain yang dianggap mampu. Yang penting, jangan pernah putus asa.

Bagaimana idealnya guru BK di sekolah itu? Yang gaul dan dekat dengan anak-anak atau yang jaim dan disegani anak-anak?

Guru BK harus dekat dan didekati siswanya. Tidak tepat kalau guru BK terlalu jaga image atau ”jaim”, apalagi galak dan menakutkan karena suka memberi sangsi keras pada siswa yang melakukan pelanggaran. Boleh ”gaul” dengan siswanya tetapi dalam batas-batas tertentu dan  tetap menjaga kewibawaan serta kode etik sebagai guru.

Trus Bapak juga anggota BSNP, selain mengatur pencapaian standar pendidikan nasional juga memotori pelaksanaan Ujian Nasional bagi siswa setingkat SD, SMP, dan SMA. Apakah standar pendidikan Indonesia saat ini sudah mencapai standar yang diharapkan? Lewat Ujian Nasional apakah standar itu bisa digambarkan?

Standar pendidikan nasional masih terus dalam proses untuk dicapai. Pemerintah, masyarakat, dan sekolah bekerja sama untuk mewujudkannya. Kebijakan, anggaran, dan program-program percepatan pencapaian standar nasional pendidikan terus diupayakan. Ujian nasional hanya sebagian kecil dari upaya itu, belum cukup untuk menggambarkan standar nasional pendidikan. Masih ada aspek-aspek pendidikan lainnya yang lebih krusial untuk diwujudkan. Dengan adanya ujian nasional setidak-tidaknya semua elemen pendidikan menjadi lebih fokus pada proses penyelenggaraan pendidikan yang lebih baik. Siswa menjadi semangat belajar. Guru terpacu untuk mengajar dan melakukan evaluasi dengan baik. Pemerintah, masyarakat, sekolah, dan orang tua juga menjadi lebih sinergi untuk mendukung terciptanya pembelajaran yang lebih berkualitas dengan menyiapkan anggaran, sarana prasarana, dan sebagainya.

Bagaimana tips bagi guru dan siswa agar lebih siap menghadapi Ujian Nasional tanpa kekhawatiran dan ketegangan yang berlebihan?

Jadikan ujian atau Ujian Nasional sekalipun sebagai hal yang biasa dalam proses pendidikan. Tidak perlu terlalu tegang atau khawatir. Memang perlu sedikit peningkatan dari segi motivasi dan strategi belajar mengajar bagi guru dan siswa. Selama kita tetap semangat belajar serta menikmatinya pasti kita jadi lebih siap untuk menempuh ujian. Sebagai insan beragama, tak cukup dengan usaha belajar saja, meningkatkan ibadah dan doa pasti lebih memantapkan diri. Jangan lupa meminta doa restu orang tua, karena ridla Allah terletak pada ridla orang tua kita.

Bagaimana saran Bapak kepada kami, agar kami bisa menjadi anak sekolah yang turut menjadi subjek pembangun standar pendidikan nasional?

Jadilah anak sekolah yang mengerti tanggung jawabnya. Bersungguh-sunguhlah dalam segala proses pendidikan kalian. Selalu rajin ibadah, berperilaku baik, dan mengendalikan pergaulan yang bermanfaat. Balaslah kepercayaan orang tua, guru, bangsa, dan negara dengan kebanggaan menyaksikan anak-anaknya menjadi anak yang berilmu, sehat jasmani rohaninya, cerdas, terampil, mandiri, berakhlak mulia, serta mampu bersanding dan bersaing dengan bangsa lain di dunia. (pram dan warna merput)

BIODATA TOKOH MERPUT

NAMA & GELAR                      : Prof. Dr. H. Mungin Edy Wibowo, M.Pd, Kons

TEMPAT, TANGGAL LAHIR    : Banjarnegara, 20 Nopember 1952

ALAMAT RUMAH                     : Jl. Kendeng Barat III / 27 Sampangan Semarang

Telp. (024) 8501087

ALAMAT KANTOR

-          Universitas Negeri Semarang, Sekaran, Gunungpati, Semarang

-          Badan Standar Nasional Pendidikan, Jl. RS Fatmawati, Cipete, Jakarta Selatan Gedung D Lantai 2

RIWAYAT PENDIDIKAN

SR Desa Kebanaran                                                              1959-1965

SP Purworejo Klampok                                                          1965-1968

SPG Banjarnegara                                                                  1968-1971

Sarjana Muda Psikologi Bimbingan IKIP Semarang               1971-1974

S.1 Psikologi Bimbingan IKIP Semarang                               1974-1976

S.2 Bimbingan Konseling IKIP Malang                                   1991-1993

S.3 Bimbingan Konseling UPI Bandung                                 1999-2001

Pendidikan Profesi Konselor Universitas Negeri Padang      2005

RIWAYAT PROFESI

  1. Dosen IKIP Semarang sejak 1 Maret 1977 – sekarang
  2. Ketua Jurusan BK S.1 FIP IKIP Semarang
  3. Ketua Prodi BK Pascasarjana Unnes
  4. Ketua Unit Pelayanan BK Unnes
  5. Pembantu Rektor Bidang Akademik Unnes 2003-2007
  6. Anggota BSNP periode 2005-2013 (2 periode)
  7. Ketua BSNP tahun 2008-2009
  8. Sekjen IPBI
  9. Ketua Umum ABKIN periode 2009-2013

NAMA ISTRI                            : Muawanah, S.Pd.

PEKERJAAN                           : Guru MAN 1 Semarang

NAMA ANAK

  1. Kurnianingsih, ST (Dosen Polines Semarang)

2.   Karina Mayasari, S.Psi

  1. Annisa Rizqi Ramadani

MOTTO HIDUP

Saya akan berbahagia kalau saya melihat orang lain berbahagia. Saya akan lebih berbahagia kalau saya dapat membantu orang lain berbahagia.


Responses

  1. Pak Mungin Hebaaaat.
    ayo anak NASIMA mesti Juga bisa kayak Beliau.

  2. Sip lah ayo bangkit anak NASIMA

  3. Motto pak mungin sangat membahagiakan sekali..,

  4. Kami guru pembimbing yang ada di Metro Lampung bangga akan keberhasilan Bapak dan eksis di bidang Bimbingan dan Konseling.Untuk itu tolonglah kami yang berharap ingin meningkatkan ilmu pengetahuan Bimbingan dan Konseling dalan studi lanjutan serta PPK diberikan dukungan akan keinginan studi lanjutan serta majulah bimbingan konseling Indonesia.Sukses…………

  5. Prof, banyak guru BK di daerah yg gak diberi jam mengajar/masuk kelas, bagaimana tanggapan anda?


Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 1.551 pengikut lainnya.

%d blogger menyukai ini: