Oleh: majalah merah putih | Januari 3, 2010

FACEBOOK VS BELAJAR

beka banget

arena curhat anak cerdas

Bersama Dra. Sri Dewanti, M.Pd (Bu De)

FACEBOOK VS BELAJAR

Tanya:

Salam jumpa Bu De, saya siswa salah satu SMP Negeri favorit di Kota Semarang. Begini, sebentar lagi kan mau Ulangan Akhir Semester jadi kita-kita harus lebih rajin belajar di waktu yang tersisa. Tapi … ada masalah nih, saya dan teman-teman sedang kecanduan facebook. Kami banyak ngobrol asyik dan ketemu banyak teman, baik teman lama, teman biasa, maupun teman baru. Saking asyiknya, kami biasa menghabiskan waktu sampai larut malam, baik di rumah maupun di warnet. Akibatnya … ya pasti kami sering ditegur keras sama ortu dan belajar kami jadi agak kacau. Hawanya kalau buka buku ngantuk Bu. Saya mulai sadar, bisa jadi bahaya nih kalau keterusan. Mohon tambahan saran dari Bu De yang bijaksana. Terima kasih. (C, SMP N … Semarang)

Jawab:

Salam jumpa juga. Facebook lagi facebook lagi. Wajar, memang sedang booming di semua kalangan. Positif negatifnya pasti ada. Tinggal bagaimana kita menyikapinya secara positif. Kita harus kuasa memanfaatkan atau mengendalikan facebook jangan sampai facebook yang mengendalikan kita, sehingga kita tidak jadi ”robot pasif” yang selalu memelototi facebook.

Bu De bersyukur C telah menyadari hal tersebut. Bu De memberi saran sebagai berikut:

–       Fokus pada prioritas utama, yaitu belajar. Belajar untuk meraih nilai yang baik, untuk membanggakan orang tua, dan untuk masa depan. Mantapkan niat di hati untuk kembali rajin belajar serta akan mengendalikan diri dalam memanfaatkan facebook. Bila perlu buat tulisan tempel di komputer atau kamarmu ”waspada bahaya candu facebook” atau ”belajar tiap hari yes facebook hari libur aja …”, dan sebagainya ;

–       Gunakan waktu di sore hari sepulang sekolah atau malam menjelang tidur atau fajar sebangun tidur untuk belajar. Bisa mengulang materi yang telah diperoleh plus latihan-latihan mengerjakan soal. Ingat, konsentasi atau daya aktif pikiran kita optimalnya hanya sekitar 2 jam, selebihnya adalah rasa jenuh atau lelah. Manfaatkan sungguh-sungguh waktu 2 jam tersebut di sore, malam atau fajar untuk belajar. Kalau 2 jam atau lebih digunakan untuk facebook maka sisa waktu untuk kegiatan lainnya sudah tidak efektif, apalagi tiap hari sampai larut malam dijamin fisik dan pikiran kita benar-benar akan kecapaian.

–       Tentukan jadwal untuk ber-facebook-ria adalah hari H-1 menjelang libur. Misal libur hari Minggu, maka kegiatan facebook bisa dilaksanakan antara Sabtu sore sampai malam (kurang lebih antara jam 15.00 s.d. 22.00 WIB). Tapi ingat jangan terus menerus antara jam-jam itu, kamu harus tetap beribadah, makan, bermain, dan istirahat. Hindari facebook pada hari H libur, misal Minggu pagi sampai malam Senin. Manfaatkan waktu itu untuk berolahraga, bantu orang tua bersih-bersih kamar atau rumah, dan persiapan untuk pelajaran hari besuk. Apalagi pada hari efektif belajar (Senin-Jumat), katakan tidak untuk facebook.

–       Sampaikan komitmenmu tersebut pada orang tua, saudara, dan teman-temanmu agar semuanya bisa paham dan mendukung, syukur-syukur teman-teman mau mengikuti.

–       Mintalah pada orang tua dan saudara untuk ikut mengontrol atau mendampingi kamu  saat sedang belajar. Sekaligus memberimu teguran atau motivasi ketika kamu alpha.

OK, slamat mencoba, moga bermanfaat n sukses selalu! Amiin.

UJIAN NASIONAL WAKTUNYA DIMAJUKAN, GIMANA NIH?

Tanya:

Assalaamu’alaikum Bu De yang bijaksana. Belum lama ini kami dapat informasi dari sekolah bahwa Ujian Nasional waktunya dimajukan. Biasanya kan April, lha ujian tahun ini menjadi Maret 2009. UN SMA pada minggu kedua, UN SMP pada minggu ketiga, dan seterusnya untuk SD. Katanya lagi, khusus untuk SMA tiap ruang ujian akan diisi campuran siswa kelas XII dari beberapa sekolah dalam satu wilayah, jadi mirip dengan pelaksanaan ujian masuk perguruan tinggi atau UMPTN. Kita tidak jadi ngumpul dengan teman sekelas tapi bersama dengan sekolah-sekolah lain dalam satu ruang ujian. Gimana nih? Mohon semangat dari Bu De. Terima kasih. (MF, SMA … Semarang)

Wa’alaikum salam wr. wb.

Bersikaplah yang positif, jangan tegang, jangan panik! Ujian itu biasa dan pasti dihadapi di kelas-kelas akhir, jadi Bu De yakin persiapannya pasti sudah sejak awal masuk sekolah. Bersikap positif, misalnya bersyukur ujian dimajukan sehingga beban kita akan segera terselesaikan, kita akan segera lulus, dan kita akan segera masuk ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi. Prinsipnya semakin cepat ujian semakin baik. Ruang ujian diisi oleh siswa dari beberapa sekolah kita sikapi bahwa kita harus lebih siap dan lebih mandiri. Sikap yang positif akan menumbuhkan ”energi” positif, dan prestasi positif.

Bu De beri masukan untuk MF dan teman-teman sebagai berikut;

–       Dalam waktu sekitar tiga bulan ke depan, jadikanlah belajar secara fokus sebagai aktivitas yang kontinyu, artinya terus menerus dan berkelanjutan, meski sebentar yang penting rutin dan konsentrasi. Buatlah agenda persiapan ujian yang baik. Kelolah waku dan dirimu sebaik-baiknya. Pilihlah waktu yang paling membuat kamu enjoy dan konsentrasi belajar, misalnya sore hari sesaat sepulang sekolah, malam hari setelah makan malam sampai menjelang tidur, tengah malam seusai ibadah malam, atau fajar menjelang dan sesudah ibadah subuh. Bukan model belajar ”dadakan” dengan materi yang bertumpuk-tumpuk di beberapa hari menjelang ujian. Waktu tiga bulan sangat cukup untuk membuka-buka lagi, mengulas, dan latihan materi-materi yang tercantum dalam Standar Kompetensi Lulusan (SKL). Bacalah buku materi atau catatan sambil membuat tulisan-tulisan atau skema ringkasan atau memberi tanda pakai garis bawah untuk materi penting. Jangan sungkan-sungkan untuk bertanya pada guru bila kamu menemui kesulitan belajar.

–       Tetap jaga keseimbangan otak kiri dengan otak kanan. Belajar yang terlalu keras akan menciptakan kejenuhan, bahkan kebebalan atau kemampatan otak. Imbangi aktivitas belajarmu dengan kegiatan-kegiatan positif dan bersifat relaksasi jasmani dan rohani. Kegiatan positif untuk otak kanan misalnya ibadah-ibadah sunah (shalat duha, tahajjud, dan zikir untuk yang muslim), senam ritmik, yoga atau meditasi, dan kegiatan-kegiatan seni (musik, rupa, tari). Hindari kegiatan-kegiatan yang dianggap rileks tapi tetap membutuhkan kerja otak kiri, misalnya facebook berlebihan, game online atau sms-an.

–       Disamping usaha-usaha di atas, Bu De sarankan untuk tetap memohon pertolongan Allah, Tuhan yang Maha Kuasa. Tingkatkan kualitas ibadah, doa, dan amal kebaikan kalian. Bagi yang muslim biasakan shalat duha, shalat tahajjud, shalat hajat, zikir dan doa yang ikhlas. Lengkapi dengan memperbanyak infaq atau sedekah pada mereka yang kurang mampu, utamanya anak yatim piatu. Kemudian jangan sampai dilupakan adalah doa restu orang tuamu. Ada riwayat, ridla Allah tergantung ridla orang tua. Pada saat usai shalat jamaah dengan orang tua, sampaikanlah bahwa kamu akan ujian, mohonlah maaf pada mereka atas semua kesalahan selama ini, dan mohonlah doa restu. Bila perlu lakukan dengan bersimpuh, mencium tangan dan lutut orang tua kita atau dengan memeluknya. Pada saat kalian berangkat sekolah atau kemanapun biasakan juga bersalaman dan mencium tangan mereka.

Semoga MF dan sahabat-sahabat Merput yang sebentar lagi akan ujian selalu diberi kekuatan, kemudahan, dan kesuksesan. Amiin.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: