Oleh: majalah merah putih | Januari 3, 2010

MULIAKANLAH IBUMU … JUGA AYAHMU !

MULIAKANLAH IBUMU … JUGA AYAHMU !

Kasih ibu.. Kepada beta…..

Tak terhingga sepanjang masa…

Hanya memberi.. Tak harap kembali…

Bagai Sang Surya menyinari dunia…

Masih ingat lagu diatas? Sosok seorang Ibu sangat berarti bagi kita semua.

Ibu yang melahirkan kita ke dunia. Sembilan bulan ibu menggendong kita kemana-mana. Berjalan menjadi lebih berat dan tidur tak leluasa beliau jalani. Hingga memilih-milih makanan demi mencukupi kebutuhan vitamin dan gizi bayinya.

Pada saat melahirkan Nyawa pun beliau pertaruhkan. Setelah lahir, kita masih sangat perlu bantuannya. Mulai mata kita terbuka hingga tertutup kembali, ibu kita melayani kita. Mulai mata kita tertutup hingga terbuka kembali, ibu kita melindungi dan menjaga kita.

Tahun demi tahun berlalu, kita pun beranjak remaja dan dewasa. Banyak dari kita yang lengah akan kasih sayangnya. Seperti dua contoh kisah berikut ini;

Di suatu daerah hidup lah seorang ibu di rumahnya yang sangat sederhana. Anaknya sudah berkeluarga dan hidup beberapa blok dari rumah ibunya. Tiap bulan anak ini mengirimkan uang pada ibunya untuk keperluan sehari-hari ibunya. Tak hanya itu, beberapa hari sekali, si anak ini pun mengirimkan pakaian kotor untuk dicucikan oleh ibunya. Masya Allah …seorang ibu diperlakukan seperti tukang cuci pribadi yang digaji bulanan.

Tahun demi tahun berlalu… Ibu ini tetap melakukan “tugas” nya tanpa mengeluh sama sekali. Apabila si anak ini lupa memberikan uang bulanan pada ibunya. Ibunya tidak mengeluh dan tidak menagih, tetapi, dengan usianya yang sangat senja, si ibu tetap menjalankan “tugas cuci” nya.

Hingga suatu sore si ibu memberanikan diri untuk pinjam uang ke tetangga nya, hanya untuk meminjam uang Rp. 2000,-. Tetangga bertanya heran, “Uang dua ribu untuk apa Bu?” Si ibu menjawab, “Untuk membeli mie instant, saya belum makan dari tadi pagi”. Masya Allah …

Dan dua hari kemudian, si ibu meninggal dan anak nya tidak sempat memuliakan ibu nya… naudzu billahi min dalik

Ada lagi suatu cerita klasik.

Dahulu ada seorang yang kayaraya lagi bijaksana menantang seorang pemuda.

“Wahai pemuda, kalau kamu bisa membawa hati ibumu padaku, aku akan beri kamu uang sebanyak yang kau minta”.

Tawaran yang menggiurkan ini, memacu hormon adrenalin si pemuda. Si pemuda ini segera berlari ke rumah, diambilnya pisau dan ditikamlah ibunya. Dadanya dibelah, perutnya di sobek dan hatinya diambil. Dengan kondisi yang masih segar, hati sang ibu malang dibawa si anak ke orang kaya tersebut.

Di tengah perjalanan, tiba-tiba si anak terjatuh dan hati ibunya pun ikut terjatuh. Dengan berlumuran pasir, kerikil, dan debu, tiba-tiba hati itu berkata pada si anak “Wahai anakku…apakah kamu baik2 saja?” Seketika itu badan si anak bergetar… Penyesalan luar biasa muncul di dirinya…

Sudah dibunuh, koq arwah si ibu masih perhatian sama anaknya yang superdurhaka itu. Sebagai balasan, si anak yang menyesal dan frustasi ini ingin membunuh dirinya sendiri. Dihunuslah pisau yang tadi telah digunakannya membunuh ibunya.

Ketika pisau sudah terhunus, hati ibu itu pun berkata lagi “Wahai anakku, janganlah kau bunuh diriku dua kali. Jika kau membunuh dirimu sendiri, itu sama dengan kau membunuh diriku” Masya Allah…

Betapa mulia nya hati seorang ibu. Kasih sayangnya yang tak terbatas. Cintanya yang tak terbatas. Pengorbanannya yang tak terbatas. Menggugurkan ribuan alasan untuk tidak memuliakannya. Wahai sahabat, bersyukurlah kita yang masih memiliki orang tua.

Selagi mereka masih hidup, muliakanlah mereka. Ciumlah tangannya dengan penuh rasa cinta, peluklah ibu juga ayah kita dengan penuh rasa terima kasih tak terhingga.

Mumpung beliau-beliau masih hidup! Jagalah hatinya… Hormatilah dirinya… Cintailah dirinya…

Mumpung ibu dan ayah masih hidup! Lindungilah dia… Bahagiakan lah dia… Jangan kau sakiti hatinya…Muliakanlah  ibu dan ayahmu, jika kau ingin sukses dunia dan akherat… !!!

Allahummaghfirli waliwalidayya warkhamhuma kamaa rabbayani saghira..

Semoga kita termasuk golongan orang2 yang memuliakan orang tua kita… Amin..

i-jo (inspirasi dari Ust. Yusuf Mansyur di Metro TV)

Hal-Hal Yang Menarik Dari Seorang Ayah dan Ibu

Hal-Hal Yang Menarik Dari Seorang Ayah

  • Ayah bisa membuat anda percaya diri karena ia percaya.
  • Ayah memberikan tempat duduk terbaik dengan mengangkat anda di bahunya ketika anda ingin menonton pawai yang sedang lewat.
  • Ayah tahu bagaimana mendorong ayunan cukup tinggi untuk membuat anda senang tetapi tidak takut.
  • Ayah membiarkan anda menang dalam permainan ketika anda masih kecil, tetapi tak ingin anda membiarkannya menang bila anda sudah besar.
  • Ayah akan mengatakan betapa rindunya ia pada anda ketika anda pergi, tetapi nyaris tanpa kata-kata.

Hal-Hal Yang Menarik Dari Seorang Ibu

  • Ibu membalas surat-surat anda setiap kali dan tetap menyurati anda walaupun anda tidak membalas.
  • Ibu tahu suatu hari ia harus melepaskan anda yaitu pada saat anda lebih dekat dengannya pada saat itulah ibu menjadi seorang sahabat.
  • Ibu bisa menerima kritik asal bukan tentang anda.
  • Ibu akan memilih makanan dengan harga paling murah di daftar menu kalau anda yang mentraktir.
  • Ibu mendengarkan dengan matanya, ibu mendengarkan dengan hatinya begitulah caranya mendengar apa yang tidak bisa terucap dengan kata-kata.

i-jo, dikutip dari buku ” INSPIRING STORRIES”


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: