Oleh: majalah merah putih | Januari 3, 2010

Sidat Listrik Amazon

SAINSAGANZA

Mampu membuat seekor kuda jatuh pingsan

Sungai Amazon yang membentang sepanjang Amerika Selatan merupakan tempat berbagai macam ikan sungai yang paling luar biasa yang pernah hidup di muka bumi. Di sungai ini hidup ikan pirarucu dan madulelang sebagai ikan air tawar paling besar. Kemudian ada ikan candiru sebagai ikan paling licik dan membahayakan, ikan piranha yang terkenal sebagai ikan paling ganas dan pemegang rekor ikan paling luar biasa: belut bernama sidat listrik.

Belut atau sidat listrik (Electrophorus electricus), merupakan penghuni sungai Amazon dan sungai Orinoko yang memiliki kekuatan listriknya mencapai 650 volt yang digunakannya untuk berburu mangsa dan membela diri. Kejutan listrik yang dihasilkan oleh ikan ini cukup untuk membunuh seekor kuda dari jarak 2 meter. Cara kerja penghasil listrik pada ikan ini dapat digunakan sangat cepat mencapai dua hingga tiga perseribu detik. Ia bisa tumbuh hingga panjang 2,5 m dan berat 20 kg, walaupun biasanya ukuran rata-ratanya adalah 1 meter.

Kekuatan yang luar biasa pada makhluk ini merupakan suatu keajaiban mengagumkan tentang penciptaannya itu sendiri. Sistem ini sangat rumit dan mutlak memerlukan pemanfaatan penuh yang dapat membawa keuntungan bagi makhluk ini untuk mempertahankan diri.

Selain ikan yang dipersenjatai dengan muatan listrik potensial, ada jenis ikan lain pula yang menghasilkan sinyal bertegangan rendah dua hingga tiga volt. Ikan ini memanfaatkan sinyal lemah ini sebagai alat indera. Allah menciptakan sistem indera dalam tubuh ikan ini, yang menghantarkan dan menerima sinyal-sinyal tersebut. Ikan ini menghasilkan pancaran listrik dalam suatu alat khusus di ekornya. Listrik ini dipancarkan melalui ribuan pori-pori di punggung makhluk ini dalam bentuk sinyal yang untuk sementara menciptakan medan listrik di sekitarnya. Benda apa pun dalam medan ini membiaskannya, sehingga ikan ini mengetahui ukuran, daya alir dan gerak dari benda tersebut. Pada tubuh ikan ini, ada pengindera listrik yang terus menentukan medan ini seperti halnya radar.

Pendeknya, ikan ini memiliki radar yang memancarkan sinyal listrik dan menerjemahkan perubahan pada medan yang disebabkan oleh benda yang menghambat sinyal-sinyal di sekitar tubuhnya. Ketika kerumitan radar yang digunakan oleh manusia kita renungkan, penciptaan mengagumkan dalam tubuh ikan akan menjadi jelas.

Cara Kerja Listrik pada Sidat Listrik

Para ahli biologi berhasil mempelajarai berbagai fungsi pada setiap organ tubuh sidat listrik. Ada tiga organ penghasil aliran listrik yang masing-masing memiliki perbedaan berfungsi. Organ terbesar ikan itu, –katakanlah batarai utamanya—menghasilkan aliran tegangan tinggi. Organ ini mulai pada bagian ekor yang bersambung dengan bagian kepala dan memancang kira-kira sampai dua pertiga tubuhnya, meruncing di ujung. Organ tersebut berpasangan. Sel-sel listrik dalam organ itu tersusun berseri seperti baterai penampung dalam kapal selam bertenaga listrik model lama. Apakah isi sel itu belumlah diketahui dengan jelas, tetapi menurut perkiraan para ahli isinya adalah otot yang telah kehilangan jaringan pengerutnya, sehingga yang tinggal hanyalah pusat lempengan ujung penggerak, yakni ujung sarah penghasil listrik yang dalam setiap otot mengatur gerak otot.

Pada tempat meruncingnya organ besar itu, yaitu pada bagian belakang ekor, mulailah  organ berpasangan lain yang lebih kecil. Organ itu disebut Sachs dan melepaskan lecutan yang kekuatannya sekitar sepersepuluh kekuatan organ besar tadi. Tetapi kalau lecutan utama yang dilepaskan dengan lebih kurang 10 rangsangan sekaligus (atau 300 sampai 400 rangkaian per detik pada sidat yang kuat), berkas sachs mengirimkan rangsangan tunggal dengan kecepatan 20 atau 30 kali per detik. Lecutan itu nampaknya berfungsi sebagai semacam alat penentu lokasi, menggantikan fungsi mata yang sewaktu anak sidat meningkat dewasa menjadi kabur dan tidak berguna, mungkin karena rusak akibat kejutan listrik yang berulang-ulang ditimbulkannya.

Organ listrik ketiga dinamakan organ Hunter. Terletak di sepanjang pangkal sirip dubur. Organ ini berbentuk panjang, ramping, dan meliputi seluruh ekor. Lecutan listrik yang dihasilkan organ ini sangat lemah. (Tar, Disarikan dari Alam dan Marga Satwa Amerika Selatan)


Responses

  1. hhhhm. mantep banget..! bagaimana ya caranya memanfaatkan listrik dari Electrophorus electricus? mungkin gak ya listiknya untuk menghidupkan lampu 5 watt? tapi gimana caranya?


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: