Oleh: majalah merah putih | Januari 3, 2010

TETAP TENANG HADAPI “TEROR SMS”

Bersama Dra. Sri Dewanti, M.Pd (Bu De)

TETAP TENANG HADAPI “TEROR SMS”

Tanya:

Assalaamu’alaikum wr. wb. Ibu De yang baik hati dan bijaksana, saya merasa anak-anak kelasku sering meneror lewat SMS pada malam hari, Saya merasa terganggu. Dikatakan bahwa anak-anak perempuan kelasku tidak menyukai saya karena saya disukai salah satu anak laki-laki kelas lain. Selain itu juga ada beberapa teman-teman adik kelas tidak menyukai karena alasan yang tidak jelas dan mereka membentuk grup ANTI ”E” di facebook. Bagaimana ini Bu De?

Trima kasih. Wassalamu’alaikum wr. wb.

E, siswa kelas VIII SMP

Jawab:

Wa’alaikum salam. Ananda ”E” tak perlu terlalu risau. Kejadian yang menimpamu bisa dikatakan sesuatu yang biasa dalam pergaulan remaja yang masih labil mencari identitas dan suka berkelompok. Bu De punya saran solusi untuk kamu:

–       Tetap bersikap tenang dan tidak agresif bereaksi atau melakukan tindakan balasan. Buatlah dirimu seolah tak terpengaruh dengan menjalankan aktivitas belajar, bermain, dan bertegur sapa sewajarnya. Tanamkan pada dirimu bahwa semua temanmu adalah baik. Mungkin saat ini mereka sedang alpha atau khilaf. Pasti semua teman yang „menjahilimu“ akan „kalah“ karena tak mampu mempengaruhimu. Mereka bisa jadi jengkel atau justru kagum dengan ketegaranmu.

–       Dibalik ketenanganmu, E harus mengoreksi diri. Bisa jadi ada perilaku E yang tak berkenan di mata teman-temanmu. Misalnya E terlalu usil, cerewet, genit … atau istilah gaulnya E ”narsis” dan ”lebay”. Bila sikap-sikap itu menurut penilaian ”hati nuranimu” benar adanya, maka kamu harus segera memperbaikinya. Bila ada teman yang merasa kamu jahili maka segeralah minta maaf secara individu.

–       Bila langkah-langkah itu belum juga mengakhiri ”teror” SMS atau grup ”anti E”, segeralah menghubungi wali kelas atau guru BK mu. Jangan lapor terlalu terbuka, datanglah ke ruang guru atau ruang BK. Sampaikanlah ”masalah” E secara jelas tanpa ada yang ditutupi. Insya Allah akan ada pemecahan yang bijaksana dari wali kelas atau guru BK.

OK, begitu saran Bu De, semoga bermanfaat dan E tetap semangat belajar untuk meraih prestasi yang lebih baik. Amiin.

FOKUS MENGHADAPI UJIAN TERGANGGU PERSIAPAN PENSI

Tanya:

Bu De yang bijaksana, saya kelas XII SMA. Beberapa bulan lagi kami harus menghadapi Ujian Nasional. Waktu terasa sangat pendek dan seolah sangat cepat berjalan menuju pelaksanaan ujian yang sangat menentukan nasib kelulusan kami. Ada masalah Bu De. Saya (juga teman-teman se angkatan) merasa belum fokus dan siap untuk menghadapi ujian yang kian mendekat waktunya. Bahkan saat ini fokus kami terpecah oleh adanya persiapan kegiatan pentas seni OSIS yang cukup besar eventnya. Pikiran, tenaga, dan waktu kami sangat tersita untuk persiapan kegiatan itu. Kami ingin lulus dengan nilai yang maksimal dan mampu masuk perguruan tinggi berkualitas. Gimana nih Bu De?

N, siswa kelas XII SMA

Jawab:

N yang sedang sibuk, Bu De yakin N adalah siswa yang sangat aktif serta memiliki harapan dan usaha yang keras untuk mencapainya. Bu De harapkan N saat ini bisa menjalankan strategi ”manajemen diri” dan ”manajemen waktu” yang baik. Maksudnya begini;

–       N harus sudah menetapkan cita-cita atau profesi yang ingin diraih setelah lulus kuliah. Untuk mencapai cita-cita itu N harus sudah menentukan perguruan tinggi dan jurusan apa yang akan dimasuki. Tentukan perguruan tinggi dan jurusan alternatif utama, serta beberapa perguruan tinggi dan jurusan untuk alternatif berikutnya. Cita-cita itu yang akan memperkuat motivasi belajar (termasuk ibadah, doa, dan sebagainya). Idealnya cita-cita serta perguruan tinggi yang dipilih sudah ditentukan di masa awal masuk SMA (kelas X), sehingga memiliki masa persiapan yang sangat memadai.

–       N harus bisa membagi diri dan waktu antara belajar (sebagai tugas utama) dan kegiatan OSIS. Dalam belajar N adalah seorang individu utama yang sebisa mungkin tidak ”terganggu” oleh aktivitas lain, sebaliknya aktivitas lain harus mendukung kegiatan belajar. Belajarlah di sekolah dan di rumah sebagaimana biasanya. Bila ada kegiatan OSIS yang mengharuskan ijin dari KBM di kelas, bawalah selalu buku catatan atau buku teks pelajaran ketika N berkegiatan. Bacalah di sela-sela waktu luang atau bisa berdiskusi pelajaran tertentu dengan teman. Jadi dimanapun dan kapanpun tetap mengutamakan belajar. Bila merasa ketinggalan pelajaran jangan segan-segan berkonsultasi dengan guru bersangkutan.

–       Dalam kegiatan persiapan pentas seni pasti ada kepanitiaan. Setiap kepanitiaan pasti ada pembagian tugas dan agenda waktu kegiatan. Matangkan kepanitiaan dengan menjalankan tugas secara sungguh-sungguh dan bertanggung jawab pada setiap individu dalam seksi-seksi kepanitiaan. Jangan sampai ada yang  hanya ”nama doang” atau ”omong doang”, semuanya bertanggung jawab untuk kesuksesan kegiatan. Tepati agenda kegiatan, misalnya ada masa persiapan, rapat-rapat, keliling distribusi surat dan proposal, pelaksanaan, pelaporan, dan sebagainya. Hindari kegiatan-kegiatan ”sampingan” yang tak tak teragendakan sehingga menyita waktu belajar.

Mudah-mudahan N mampu memanajemen diri dan waktu dengan sukses. Ini merupakan salah satu pengalaman berharga sebagai bekal menuju kedewasaan. Sekali lagi, tetap fokus pada tujuan utama, tetap fokus pada tugas utama (belajar) untuk mencapai cita-cita, dan persiapan kegiatan adalah kegiatan tim jadi harus kompak, efisien, dan efektif. Semoga semuanya berjalan lancar dan sukses. Bravo untuk N dan teman-teman.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: