Oleh: majalah merah putih | Januari 23, 2010

beka banget januari

beka banget

arena curhat anak cerdas

Bersama Dra. Sri Dewanti, M.Pd (Bu De)

SIAPA ITU GURU BK?

Tanya:

Assalaamu’alaikum Bu De. Senang sekali bila pertanyaanku bisa termuat dan dijawab oleh Bu De. Saya tidak bertanya tentang masalah-masalah, maklum masalahku tak begitu banyak dan memberatkan. Sementara bisa saya pecahkan sendiri. Kata orang-orang sih, saya termasuk anak yang baik dan tidak neko-neko (he … he … he GR kali). Saya hanya tanya ringan saja. Hampir satu semester di SMP saya menemui guru BK. Waktu di SD tidak ada guru BK. Tugasnya juga bukan mengajar mata pelajaran seperti guru lain. Siapa sebenarnya guru BK itu? Mohon Bu De menjelaskan untuk saya dan teman-teman pembaca Merput. Terima kasih atas perhatian dan jawabannya. Wassalaamu’alaikum wr. wb. (AD, kelas VII SMP)

Jawab:

Wa’alaikum salam ananda AD yang pintar dan baik hati. Wah pertanyaannya singkat tapi jawabannya bisa setara dengan kuliah selama 8 semester nih. Baiklah Bu De jawab secara singkat. Guru BK (Bimbingan dan Konseling) seharusnya ada di semua jenjang sekolah dari TK, SD, SMP sampai setingkat SMA. Namun kenyataannya tidak banyak ada di TK dan SD. Peran guru BK di TK dan SD biasa dirangkap oleh guru kelas. Kalau di sekolah setara SMP sampai SMA dipastikan ada personel yang disebut sebagai guru BK. Itupun belum tentu yang bersangkutan berlatar belakang pendidikan BK. Karena tuntutan harus ada sementara sumber dayanya tidak tersedia akhirnya banyak guru BK di SMP-SMA yang berlatar belakang sarjana non-BK atau non-kependidikan, contohnya Sarjana Hukum, Sarjana Ekonomi, dan sebagainya. Mungkin kalau ”dipaksakan” dan mereka mau belajar dengan membaca buku atau banyak sharing dengan guru BK yang sesungguhnya bisa jadi mereka dapat menjalankan tugas ”lumayan” baik. Tapi sekali lagi, secara legalitas, kewenangan, dan kemampuan akan berbeda dibandingkan dengan guru BK yang sesungguhnya. Idealnya guru BK berlatar belakang pendidikan Sarjana Bimbingan Konseling dan memiliki sertifikat Pendidikan Profesi sebagai Konselor. Kalau misalnya dia berlatang belakang Sarjana Psikologi, maka sebaiknya dia mengambil Program Akta IV (semacam program kependidikan-red) dan lebih baik lagi jika menempuh Pendidikan Profesi Konselor. Seorang guru BK mengampu paling banyak 150 siswa.

Mengapa guru BK harus berlatar pendidikan yang sesuai? Karena guru BK memiliki tugas yang spesifik dan membutuhkan dasar ilmu serta kemampuan yang spesifik pula. Guru BK memiliki 3 orientasi tugas, yaitu

  1. Individu siswa; guru BK mengenal dan memiliki data potensi tiap individu siswa yang diampunya (data diri, keluarga, potensi bakat dan minat, prestasi akademik dan nonakademik, dan sebagainya)
  2. Perkembangan siswa; guru BK mampu mengamati dan mencatat secara kuantitatif atau kualitatif perkembangan tiap individu siswa secara periodik dari waktu ke waktu.
  3. Permasalahan siswa; guru BK jeli, cermat, dan tangkas mengetahui setiap permasalahan siswa. Permasalahan bisa terjadi karena terjadi ketidaksesuaian perkembangan siswa dibandingkan potensi awalnya. Bisa juga telah terjadi penyimpangan perilaku atau prestasi belajar sebagai akibat pengaruh internal (dari dalam diri) atau eksternal (keluarga, pertemanan, lingkungan).

Guru BK memiliki format-format administrasi tertentu sebagai rekaman atau catatan individu, perkembangan, dan permasalahan siswa.

Guru BK berperan membantu siswa untuk berkembang optimal sesuai potensinya. Ketika terjadi permasalahan pada siswa, maka guru BK bertugas membantu siswa untuk menjadi subyek atau pribadi yang mampu memecahkan permasalahan yang dihadapinya. Dalam hal ini, kepedulian, ilmu, kemampuan, dan langkah-langkah yang tepat guru BK diperlukan untuk membantu siswa mengatasi permasalahannya. Guru BK dapat melakukan langkah-langkah bantuan pada siswa di sekolah maupun di rumah sesuai kebutuhan.

Syarat lainnya dari guru BK adalah dia harus ”dekat” dan ”didekati” siswanya. Artinya guru BK harus mengenal, memahami, peduli, dan mencintai anak didiknya. Selain itu siswa juga tidak takut dan tidak menjadi tertutup ketika bertemu guru BK. Setiap anak yang mengalami permasalahan akan segera menemui guru BK-nya untuk dibantu. Guru BK ibarat seorang ”ibu”, sosok yang bisa berperan sebagai orang tua, guru, dan sahabat dalam saat-saat yang tepat. Keliru jika guru BK selalu berwajah angker atau hanya mencatat dan memberi sangsi pada siswa yang melanggar. Tetapi juga bukan sosok yang yang terlalu ”gaul” sehingga siswa ”lupa” untuk segan dan hormat pada guru BK. Siapa guru BK-mu, silahkan sering berdiskusi dengannya. Maaf ya bila jawaban Bu De tidak memuaskan.

PERAYAAN ULANG TAHUN YANG BERMANFAAT

Tanya:

Assalaamu’alaikum wr. wb. Bu De yang bijaksana, di awal Februari 2010 nanti saya akan berulang tahun yang ke-16. Saya ingin merayakan dengan cara yang berbeda, yaitu tidak hura-hura dengan teman-temanku tetapi cukup dengan keluarga dan anak-anak yatim piatu di sebuah panti asuhan. Yang jadi masalah, setiap hari ulang tahun, terutama saat di sekolah atau saat bersama teman-teman pasti ”dikerjain”. Guyuran air, lemparan telur, tuangan tepung, dan olesan kue tart biasa mengenai siapapun teman yang ulang tahun. Saya takut dengan hal seperti itu. Bukan takut ”dikerjain” teman, tetapi takut berbuat sia-sia dengan membuang-buang air, tepung, telur, dan makanan. Kebetulan hari ulang tahun saya nanti ada di hari masuk sekolah. Dipastikan kejadian yang saya khawatirkan akan terjadi. Bagaimana saran Bu De untuk saya agar dapat mewujudkan rencana ulang tahun yang bermanfaat dan terhindar dari kesia-siaan. Terima kasih yang sebesar-besarnya untuk Bu De dan Merput yang memuat pertanyaan saya. (SAR, kelas XI SMA)

Jawab:

Wa’alaikum salam wr. wb. Mulia sekali keinginanmu, Nak. Bu De salut dan sangat mendukung rencanamu itu. Ulang tahun kelahiran memang menjadi peristiwa penting bagi sebagian besar orang di belahan dunia manapun. Dua hal pokok dilakukan saat peringatan ulang tahun. Yang pertama adalah bersyukur pada Allah Swt karena diberi tambahan kesempatan untuk hidup, kesehatan, pertumbuhan dan perkembangan diri, serta kenikmatan-kenikmatan lainnya. Yang kedua adalah renungan atau evaluasi diri. Di balik semua tambahan nikmat bagi kita, ada seperangkat tanggung jawab yang mengiringi. Kita harus lebih dewasa, mandiri, berprestasi, cerdas, berakhlak baik, dan bermanfaat bagi sesama. Sebuah pesta ulang tahun yang teramat meriah bisa melupakan dua hal pokok tersebut. Hura-huranya di dapat, nilai-nilainya bisa terlewat.

Untuk mewujudkan keinginanmu dan mengajak teman-temanmu untuk tidak berbuat sia-sia, beberapa saran ini bisa kamu coba;

  1. Segera sampaikan keinginanmu pada orang tua dan saudaramu, terutama bila sebagian besar penyelenggaraannya dibiayai oleh orang tua. Syukur bila semua pembiayaan berasal dari tabunganmu. Orang tua dan saudaramu akan membantu menghubungi panti asuhan mana yang akan dikunjungi. Selain itu mereka akan mengatur acara, termasuk jenis makanan dan bingkisan yang akan disajikan dalam acara itu.
  2. Undang da’i untuk memberi nasehat-nasehat pada hadirin dalam acara itu. Doa ulang tahun bisa dilakukan oleh perwakilan anak yatim.
  3. Undang juga teman-teman sekolahmu (bisa beberapa perwakilan, sebagian, atau satu kelas sesuai kemampuan). Selain kamu memberikan undangan sampaikan juga maksudmu untuk melaksanakan syukuran ulang tahun yang lebih bermanfaat serta menghindarkan diri dari kegiatan lempar-lemparan telur, tepung, dan sebagainya saat ulang tahun. Lewat pemberitahuan lebih awal teman-temanmu pasti akan memahami keinginan muliamu. Bila mereka hadir dalam acara mereka akan mendapat tambahan nasehat dari da’i, bahwa ulang tahun harus disyukuri dan direnungkan lewat kegiatan yang mempunyai nilai manfaat bagi sesama.

Demikian saran Bu De. Semoga bermanfaat dan acara ulang tahunmu menjadi acara yang sangat berkesan bagi dirimu serta orang-orang terdekatmu.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: