Oleh: majalah merah putih | Januari 23, 2010

BELAJAR ITU MUDAH

BELAJAR MUDAH. MAU ?

“ Aduh, … anak ini sulit sekali sih diajari !  Kenapa tidak segera hafal, Nak ?”      Begitulah bentuk keluhan yang sering keluar dari  guru maupun orang tua ketika mereka memberikan pembelajaran kepada anaknya namun si anak tidak dapat segera mengerti.       Apa yang  sesungguhnya terjadi ?

Banyak factor yang mempengaruhi keberhasilan proses belajar mengajar antara lain :    1) Faktor Internal meliputi kondisi biologis dan psikologis anak. 2) Faktor Eksternal meliputi lingkungan, cara belajar dan  sarana pra sarana.

Kondisi biologis dan psikologis seseorang dikendalikan oleh salah satu bagian tubuh, yaitu otak. Seringkali guru dan orang tua mengupayakan segala factor pendukung keberhasilan belajar, namun lupa untuk mengoptimalkan cara kerja otak.

Bobby De Porter & Mike Hernacki sekitar tahun 90-an meluncurkan buku yang sangat terkenal yaitu Quantum Learning : Unleashing The Genius In You, yang diterjemahkan oleh Penerbit Kaifa dengan judul Quantum Learning : Membiasakan Belajar Nyaman dan Menyenangkan (1992). Dalam bukunya itu, kedua penulis menitikberatkan pada upaya untuk memanfaatkan potensi otak manusia secara optimal.

Dalam hipotesisnya, Bobby De Porter & Mike Hernacki menyatakan bahwa otak manusia terdiri dari 3 (tiga) bagian dasar, yaitu batang atau “otak reptile“, system limbik atau “otak mamalia” dan neokorteks. Ketiga bagian itu masing-masing berkembang pada waktu yang berbeda dan mempunyai struktur syaraf tertentu serta mengatur tugasnya masing-masing. Batang atau otak reptile adalah komponen kecerdasan terendah dari manusia. Ia bertanggung jawab terhadap fungsi-fungsi sensor motorik sebagai insting mempertahankan hidup dan pengetahuan tentang realitas fisik yang berasal dari pancaindera. Apabila otak reptile ini dominan, maka kita tidak dapat berfikir pada tingkat yang sangat tinggi.

Di sekeliling otak reptile terdapat sistim limbik yang sangat kompleks dan luas. Sistim limbik ini terletak di tengah otak yang fungsinya bersifat emosional dan kognitif. Perasaan, pengalaman yang menyenangkan, memori dan kemampun belajar dikendalikan oleh sistim limbik ini. Sistim ini juga merupakan panel control yang menggunakan informasi dari pancaindra untuk selanjutnya didistribusikan ke bagian neokorteks.

Neokorteks adalah bagian otak yang menyimpan kecerdasan yang lebih tinggi. Penalaran, berfikir secara intelektual, pembuatan keputusan, bahasa, perilaku yang baik, kendali motorik sadar dan penciptaan gagasan (idea) berasal dari pengaturan neokorteks. Menurut Howard Gardner, kecerdasan majemuk (multiple intelegence) berada pada bagian ini. Bahkan pada bagian ini pula terdapat intuisi yaitu kemampuan untuk menerima atau menyadari informasi yang tidak diterima oleh pancaindera.

Selain tiga bagian diatas, otak juga dibagi menjadi dua belahan penting, yaitu otak kiri dan otak kanan, yang masing-masing bertanggung jawab atas cara berfikir yang berbeda-beda, walau penyilangan antara dua bagian itu pun tetap ada. Otak kiri bersifat logis, sekuensial, linier dan rasional. Belahan otak kiri digunakan berfungsi untuk belajar membaca, bahasa, aspek berhitung dari matematika.

Otak kanan bersifat acak, tidak teratur, intuitif dan holistik. Otak kanan mengurusi masalah pemikiran yang abstrak dengan penuh imajinasi. Misalnya warna, ritme, music dan dan proses pemikiran yang memerlukan kreativitas, orisinalitas, daya cipta dan bakat artistic.

Dalam banyak penelitian tentang otak ditemukan fakta bahwa seorang yang semata-mata menggunakan salah satu sisi otak saja seringkali mengalami kesulitan menggunakan sisi otak yang lain secara bergantian. Juga ditemukan fakta bahwa jika dalam suatu proses belajar diaktifkan kedua belahan otak, hasilnya akan menjadi jauh lebih efektif dibandingkan hanya menggunakan salah satu saja.

Untuk itu sebaiknya guru maupun orang tua menciptakan pembelajaran yang mengoptimalkan kedua belahan otak. Beberapa tips yang dapat digunakan untuk mengoptimalkan otak kanan yang dalam pembelajaran antara lain :

  1. Gunakan Panca Indera

Dengan kombinasi penglihatan (mata), bunyi (telinga), gerak (tangan dan kaki), bau (hidung), dan rasa (lidah) akan menciptakan memori terkuat.

  1. Buat Kesan

Untuk membuat sesuatu dapat diingat buatlah menjadi berkesan. Buat kesan objek yang akan diingat secara imajinatif dan berlebih-lebihan

  1. Mainkan emosi

Kesan yang bermuatan cinta, kebahagiaan, dan kesedihan mudah untuk diingat.

  1. Asosiasi dan Imajinasi

Gunakan asosiasi dan imajinasi pribadi atau hal-hal yang istimewa menurut kita.

  1. Repetisi

Berkonsentrasilah secara penuh dan ulanglah dengan cara yang berbeda dan kreatif seperti mengucapkan keras-keras dan lebih baik bila buat peta konsep dengan paduan warna dan gambar.

  1. Buat password

Buat password untuk bagian-bagian yang akan diingat dan jadikan keyword untuk mengingat seluruh bagian.

Jadi , tidak ada salahnya ketika sedang belajar matematika atau konsep-konsep ilmiah , guru atau orang tua mengajak anak bernyanyi , bercerita atau gambar imajinatif mengenai hal yang sedang dipelajari.  Karena dengan kegiatan tersebut anak akan menggunakan kedua belahan otaknya, sehingga ia akan dapat belajar lebih mudah dan menyenangkan. Selamat mencoba.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: