Oleh: majalah merah putih | Januari 23, 2010

Menggagas Mobile Learning di Nasima

RUBRIK SOSOK

MAJALAH MERAH PUTIH KOTA SMG

Menggagas Mobile Learning di Nasima

Sejalan dengan pesatnya perkembangan Information Comunication Tecnology (ICT), terjadi pergeseran pandangan tentang pembelajaran baik di kelas maupun di luar kelas. Akses pembelajaran menjadi lebih terbuka tanpa dibatasi ruang dan waktu.  Demikian juga dengan konten pembelajaran yang jauh lebih bervariasi dan dapat dengan mudah dipelajari melalui perangkat internet. Maka revolusi pembelajar menjadi keniscayaan yang tak terelakan. Maka siapapun apakah itu siswa, guru bahkan orang awam sekalipun memiliki kesempatan untuk belajar dan maju.

Itulah perbincangan awal dengan Abdul Karim, tokoh SOSOK kita bulan ini di kantor LPM Nasima Jalan Trilomba Juang No. 1 Semarang. Ya. membicarakan integrasi ICT dalam pembelajaran menjadi obrolan yang sangat mengasyikan. Terlebih kompetensi dan kepakarannya untuk level Jawa Tengah sudah tak terbantahkan mengingat saat ini aktivitasnya selain sebagai Kepala LPM Nasima, sebuah divisi yang berkonsentrasi memproduksi perangkat dan media pembelajaran di YPI Nasima serta memberikan layanan pembelajaran bagi tenaga edukatif di lingkungan YPI Nasima untuk mengembangkan kemampuan membuat media pembelajaran mandiri, juga Instruktur Multimedia  di Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan (LPMP)  dan di Balai Pengembangan Teknologi Informasi dan Komunikasi Pendidikan (BPTIKP) Jawa Tengah.

Bapak dua anak, Fikra Mahardika Karim dan Zahra Euclidya Karim saat ini tengah fokus mengembangkan mobile learning. Satu konsep pembelajaran yan memungkinkan siswa belajar apapun, di manapun, dan  kapanpun dengan menggunakan pengkat telepon seluler (handphone). Saat ini di YPI nasima khususnya,  mulai diujicobakan  mobile learning dengan perangkat Iphone dan Ipod Touch.  “Respon siswa cukup bagus, lantaran umumnya mereka sudah akrab dengan tekhnologi, tinggal kita sebagai guru perlu menggiring penggunaan teknologi itu untuk kepentingan pembelajaran”, tambahnya.

Bukan tanpa alasan kalau suami dari Beta Nur Bety Tsany menyampaikan gagasan mobile learning. Penggunaan perangkat seluler sebagai media e-learning tidaklah berlebihan apabila kita melihat fakta bahwa pengguna telepon seluler di Indonesia yang mencapai lebih dari 96.410.000. Artinya potensi untuk belajar melalui perangkat mobile learning sangat besar.  Mengutip tulisan Marc Prensky yang berjudul: ”What Can You Learn from a Cell Phone? Almost Anything!” tersirat bahwa saat ini apapun dapat dilakukan melalui handphone, bahkan e-learning sekalipun. Konsep tersebut kemudian dinamakan mobile learning. Seperti pada e-commerce yang kini berkembang mobile-commerce, mobile learning menjadikan proses e-learning menjadi lebih mudah diakses dan digunakan kapan saja dan dimana saja dan oleh siapa saja.

Kondisi ini tentunya menjadi celah yang menjanjikan bagi perkembangan mobile learning di Indonesia, dan Nasima harus bergerak menjadi salah satu pelopor di Indonesia”  katanya mengakhir perbincangan (PTR)


Responses

  1. mantep banget Sekolah NASIMA


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: