Oleh: majalah merah putih | Januari 23, 2010

Pertahankan Idealisme dan Moral dalam Pendidikan

S.O.S.O.K.

Dalam disiplin profesinya, Dr. Ari Udiyono, M.Kes termasuk dalam kategori langka. Kepakarannya  dalam bidang Epidemiologi Penyakit Non Menular membuatnya sibuk dalam berbagai seminar tentang kesehatan, kampanye gaya hidup sehat, penilitian, mengajar di strata sarjana dan pasca sarjana Fakultas Kesehatan Masyarakat Undip Semarang. “Saat ini masyarakat harus mulai memperhatikan pola hidup sehat sedini mungkin. Karena berbagai penyakit yang timbul dimasyakat, pada dasarnya disebabkan oleh gaya hidup yang tidak sehat”, katanya. Penyakit ini biasa disebut sebagai penyakit masa depan yang dapat menimpa siapa saja seseorang tidak memperhatikan gaya hidup, prilaku hidup sehat dan kebiasan-kebiasaan yang memberi dampak negatif bagi kesehatan.

Keseharian yang dipenuhi oleh segudang aktivitas tak lantas membuat bapak empat anak ini surut memperhatian putra-putrinya yang tengah menimba ilmu di SMP dan SMA Nasima. Setiap pagi dia selalu berusaha menyempatkan waktu untuk mengantar sampai di depan gerbang sekolah. Apabila diperlukan tak jarang dia berdiskusi dengan guru dan pihak sekolah untuk mengetahui perkembangan dan prestasi belajar anak-anaknya, Umi dan Fahmi yang sekarang duduk di kelas IX SMP dan kelas XI SMA Nasima. Komitmen untuk ikut memberi kontribusi terbaik bagi kemajuan pendidikan bagi Yayasan Pendidikan Islam Nasima diwujudkan melalui wadah Komite Sekolah SMA Nasima yang saat ini diketuainya. Target yang ingin dicapai adalah kesepahaman dalam proses pengembangan SMA Nasima yang baik bagi peserta didik, guru, yayasan dan orang tua dalam kerangka visi dan misi YPI Nasima.

Dalam pandangannya pendidikan di Indonesia sudah mengalami loncatan pengetahuan yang sangat tinggi dbandingkan dengan masa lalu. Namun yang membuatnya prihatin adalah degradasi etika dan budi pekerti yang banyak terjadi dikalangan pelajar. Salah satu penyebabnya ditengarai berasal dari institusi pendidikan yang kurang memperhatikan aspek pendidikan etika dan budi pekerti.

Berangkat dari keprihatinan itulah maka suami dari Hidayani Permatadewi, S.Sos, MBA berketatapan untuk menyekolahkan anak-anaknya mulai  dari jenjang pendidikan usia dini sampai dengan SMA di Yayasan Pendidikan Islam Nasima. “Saya kagum dengan idealisme para pendidik di YPI Nasima sehingga anak-anak selain mendapatkan bekal ilmu pengetahuan umum, juga memperoleh bekal dalam bidang agama dan budi pekerti serta etika islam yang baik. (Taryadi)


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: