Oleh: majalah merah putih | Januari 23, 2010

Pertama Kali atau Kali Pertama?

Berbahasa Indonesia yang Benar

bersama Drs. Mukh Doyin, M.Si.

Ketua Himpunan Pembina Bahasa Indonesia (HPBI) Jawa Tengah

Kita tentu sering mendengar orang mengatakan “Pertama kali saya ke Surabaya tahun 1995”. Namun, ada juga yang mengatakan “Kali pertama saya ke Surabaya tahun 1995”. Terhadap dua kalimat tersebut tentu kita akan bertanya mana yang benar, bukan? Apakah kalimat yang benar yang menggunakan kelompok kata pertama kali? Apakah kalimat yang benar yang menggunakan kelompok kata kali pertama? Apakah kelompok kata pertama kali dan kali pertama merupakan sinonim yang dapat digunakan secara bergantian tanpa mengubah makna kalimat secara keseluruhan? Atau  bahkan kita akan mencoba menjawab pertanyaan kita sendiri meskipun penuh dengan keraguan: “jangan-jangan kedua kelompok kata (frasa) tersebut sesungguhnya tidak ada yang salah, hanya penggunaannya yang berbeda”.

Keraguan itu akan muncul kalau kita tidak paham asal kelompok kata tersebut, sementara di lapangan orang menggunakannya secara berbeda-beda. Keraguan itu akan dapat kita tepis kalau kita berpikiran bahwa orang yang menggunakan secara berbeda itu bisa jadi juga didasari oleh ketidaktahuan mereka. Lebih tidak ragu lagi, tentu saja, jika kita mengetahui secara benar bagaimana sesungguhnya penggunaan kata kali yang benar jika kita gabungkan dengan kata pertama.

Dalam bahasa Indonesia kata kali memiliki beberapa fungsi dan makna. Ada kata kali yang menyatakan kekerapan tindakan, seperti pada kalimat “Saya sudah lima kali menonton film ini” atau “Sudah beberapa kali saya menonton film ini”. Ada kata kali yang menyatakan kelipatan atau perbandingan, seperti pada kalimat “Badannya dua kali lebih besar dibandingkan setahun yang lalu”. Ada kata kali yang menyatakan terjadinya peristiwa yang merupakan bagian dari rangkaian peristiwa yang pernah dan masih akan terus terjadi, seperti pada kalimat “Kali ini saya memaafkanmu, namun kali lain tidak” atau “Kali pertama saya datang ke rumahmu, saya merasa sangat takut; namun untuk kali kedua, saya sudah merasa biasa saja”. Ada pula kata kali yang menyatakan perbanyakan  atau pergandaan, seperti pada kalimat “Ia telah ikuti ujian sebanyak lima kali” atau “Ia telah menyakitiku berkali-kali”.

Nah, dengan adanya beberapa fungsi kata kali tersebut, tentu kita akan dengan mudah membedakan makna kata kali dalam kalimat “Dua kali saya ke Surabaya” dan “Ini kali kedua saya ke Surabaya”. Pada kelompok kata dua kali, inti katanya adalah dua, sedangkan pada kelompok kata kali kedua inti katanya adalah kali. Dengan demikian, dua kali dan kali kedua merupakan kelompok kata yang berbeda fungsi dan maknanya, sehingga penulisannya pun berbeda. Tampak jelas di sini mana kata kali yang harus mendahului pasangannya dalam sebuah frasa dan mana kata kali yang berada setelah pasangan katanya.

Pola bahasa Indonesia adalah DM atau “Diterangkan-Menerangkan”. Pada sebuah kelompok kata, kata pertama adalah kata yang diterangkan, sedangkan kata yang kedua merupakan kata yang menerangkan. Pada kelompok kata dua kali, kata dua yang diterangkan dan kata kali yang menerangkan; sedangkan pada kelompok kata kali kedua, kata kali diterangkan dan kata kedua menerangkan. Ini merupakan alasan juga untuk memperkuat penjelas inti kata dalam sebuah frasa seperti diuraikan di atas.

Hal ini berbeda dengan bahasa Inggris. Coba perhatikan kelompok kata my book dan my father. Kata yang diterangkan adalah kata book dan father, sedangkan kata yang menerangkan adalah kata my. Dengan demikian, pola yang digunakan adalah MD (Menerangkan–Diterangkan). Kedua kata tersebut kalau diindonesiakan—dengan menggunakan hukum DM—akan menjadi “buku saya” (bukan saya buku) dan “ayah saya” (bukan saya ayah).

Berdasarkan penjelesan di atas, simpulan yang dapat kita ambil adalah kita harus benar-benar dapat menentukan inti kata dalam sebuah kelompok kata. Dari situlah kita baru dapat menentukan bagaimana cara menuliskannya. Kebanyakan dari kita tidak begitu menghiraukan persoalan ini sehingga secara membabi buta kita menggunakan kata  kali seperti penggunaan kata kali dalam bentuk yang biasa kita dengar. Maka, tidak mengherankan jika deretan kelompok kata lima kali, sering kali, pertama kali, dan lain kali banyak digunakan orang dalam berkomunikasi sehari-hari.

Dengan penjelasan di atas kita akan dengan mudah menentukan kelompok kata yang benar adalah kali pertama, bukan pertama kali, kali kedua, bukan kedua kali, dan kali lain, bukan lain kali. Namun, sebaliknya kita juga akan dengan mudah menentukan bahwa kelompok kata yang benar adalah dua kali, bukan kali dua, enam kali, bukan kali enam, dan beberapa kali, bukan kali beberapa.

Catatan:

Jika Anda memiliki persoalan mengenai bahasa baku, kirim SMS ke 08122506683! Barangkali dari SMS Andalah ide untuk mengisi rubrik ini lahir.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: