Oleh: majalah merah putih | Agustus 5, 2010

BIODATA TOKOH MERPUT

NAMA                                                             : Drs. H. Soemarmo HS, M.Si

TEMPAT, TANGGAL LAHIR             : Cijulang, Jawa Barat, 13 Agustus 1959

ALAMAT RUMAH                              : Jl. Bukit Umbul No. 2 Banyumanik, Semarang

Telp. (024) 7478631

ALAMAT KANTOR                            : Balaikota (Kantor Walikota) Semarang

Jl. Pemuda Semarang

RIWAYAT PENDIDIKAN                   :

SD Bantul, Yogyakarta

SMPN 1 Bantul, Yogyakarta

SMAN 1 Banjarnegara

S.1 – STPMD Yogyakarta

S.2 – Universitas Diponegoro

RIWAYAT PROFESI

Seorang PNS mulai dari Staf Kelurahan, menjadi Lurah, sampai menjabat Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Semarang dan akhirnya terpilih menjadi Walikota Semarang 2010-2015

TOKOH IDOLA                      : Kol. (Purn) H. Soetrisno Soeharto / Walikota Semarang

Periode 1990-2000

HOBBY                                   : Berolah raga

KULINER FAVORIT               : Lontong Opor

MUSIK FAVORIT                   : Alunan grup ”Bimbo”

NAMA ISTRI                           : Hj. Siti Suhermin Martiningsih

NAMA ANAK

  1. Gumilang
  2. Ivan Rama
  3. Anggita
  4. Melya

MOTTO HIDUP                      :

Hidup untuk Kebahagiaan Bersama

Drs. H. Soemarmo HS, M.Si:

MUTU  PENDIDIKAN KOTA SEMARANG HARUS MENINGKAT!

Semarang adalah ibukota propinsi, namun dari segi layanan dan prestasi pendidikan masih tertinggal dari kota atau kabupaten se Jawa Tengah, apalagi bila dibandingkan dengan kota-kota di propinsi lain. ”Pendidikan Gratis” atau pendidikan dibiayai negara ada yang sudah sampai setingkat SMA. Gedung-gedung dan fasilitas belajar masih banyak yang belum memenuhi standar, rusak dan tidak lengkap, terutama di daerah pinggiran. Prestasi akademik (nilai UN, olimpiade sain, dsb) juga belum bisa menjadi nomor satu di Jawa Tengah. Penerimaan peserta didik masih terus bermasalah. Guru-guru dan tenaga kependidikan, terutama di sekolah swasta masih berkeluh kesah tentang kesejahteraan

Harapan baru telah muncul. Drs. H. Soemarmo HS, yang akrab dipanggil Pak Marmo, akan menjadi pemimpin yang siap mengatasi tantangan-tantangan dunia pendidikan Kota Semarang. Pak Marmo bersama Pak Hendi (Hendi Hendrar Priadi-red) belum lama ini terpilih dalam Pilwakot menjadi Walikota dan Wakil Walikota periode 2010-2015. Secara resmi mereka berdua mulai bertugas setelah pelantikan pada Senin, 19 Juli 2010.

Majalah Merah Putih merasa perlu untuk mengucapkan selamat datang pada pemimpin baru Kota Semarang. Lebih penting lagi Merput ingin berwawancara langsung untuk mengetahui visi misi Pak Marmo tentang pendidikan Kota Semarang. Jumat sore nan cerah, Faishal Asmar  dan Selaga Bening Megan Pinilih (keduanya siswa SMP Nasima anggota Warna Merput) didampingi Pimred dan salah satu redaktur, diterima Pak Marmo di joglo rumahnya yang asri. Pak Marmo dengan berkaos dan celana jins menemui kami dengan penuh kehangatan. Saking perhatian pada anak-anak Warna Merput, Pak Marmo terpaksa harus menyilakan tamu-tamu lain untuk menunggu. Pembaca Merput bisa simak hasil wawancara Warna Merput dengan Pak Marmo.

Apa visi Anda untuk memajukan pendidikan kota Semarang?

Sederhana saja … mutu pendidikan Kota Semarang harus bersama-sama kita wujudkan. Baik secara kuantitas maupun kualitas. Pilarnya ada tiga, yaitu peningkatan secara signifikan sarana prasarana dunia pendidikan, peningkatan sumber daya manusia di dunia pendidikan, terutama pada gurunya, dan peningkatan kesejahteraan pada guru serta tenaga administasinya.

Pelaksanaanya memang tidak mudah, dan akan disesuaikan dengan kemampuan anggaran pemerintah. Yang pasti, skala prioritas akan diterapkan seadil-adilnya, agar secara bertahap ada kemajuan yang signifikan dan terukur atas dunia pendidikan itu sendiri. Lebih utama lagi birokrasi pemerintah kota harus berpihak pada upaya-upaya peningkatan mutu pendidikan itu sendiri. Tercapainya nilai akademik yang tinggi dan prestasi-prestasi lomba akademik maupun bakat minat bagi siswa maupun guru harus banyak mewarnai di tingkat propinsi, nasional, bahkan internasional. Tapi jangan lupa kualitas akhlak anak didik harus tetap terjaga dan guru-gurunya bisa jadi teladan.

Apa terobosan atau kebijakan inovatif yang akan diterapkan untuk peningkatan kualitas dunia pendidikan Kota Semarang?

Data base pendidikan akan segera diwujudkan. Kita harus bisa mengetahui data sekolah,  guru, siswa, dan sebagainya. Dari data yang mudah diakses itu kita akan terbantu untuk melaksanakan program-program yang  tertarget dan tepat sasaran. Kita pun bisa turut mengawasi lembaga-lembaga pendidikan agar laporan-laporan prosesnya dapat diketahui secara valid dan transparan.

Semarang juga akan kita dorong terus sebagai Kota Pendidikan Vokasi, artinya sekolah-sekolah kejuruan akan lebih dimoivasi untuk lebih berkembang. Hal ini sejalan dengan upaya menciptakan tenaga terdidik sekaligus terampil agar siap berwirausaha atau bekerja. Otomatis pengangguran akan ditekan. Sekolah atlit juga jadi dambaan, semoga bisa terwujud. Atlit-atlit berbakat harus dibina secara sistematis agar mereka berprestasi optimal.

Pemerintah kota tidak akan mampu berjalan sendiri. Untuk menuju ke pencapaian kualitas pendidikan yang diharapkan, butuh komitmen semua pihak. Saya dan Pak Hendi (wakil walikota-red) siap untuk menggerakkan semuanya, termasuk pihak swasta agar bisa saling bahu membahu, membantu menuju pencapaian itu.

Bagaimana tindak lanjut Pendidikan Gratis untuk Wajar 9 Tahun? Apakah pendidikan setingkat SMA sederajat juga akan digratiskan? Sebaiknya istilahnya Pendidikan Gratis atau Pendidikan Dibiayai Negara atau ada istilah lain yang lebih tepat?

Saya lebih sreg dengan Sekolah Murah Berkualitas, artinya pendidikan dengan biaya yang terjangkau tetapi kualitasnya tetap baik. Siswa dari keluarga kurang mampu memang harus dibebaskan dari biaya sekolah. Siswa dari keluarga yang mampu dipersilahkan untuk membayar. Subsidi silang perlu untuk mengakomodasi peran keluarga mampu dalam dunia pendidikan. Perlu ada peraturan yang ketat  tentang hal ini agar semuanya berjalan dengan azas keadilan dan transparan. Wajar 9 Tahun tetap jadi prioritas. Untuk SMA/SMK kita masih bersifat subsidi atau beasiswa bagi siswa yang kurang mampu atau berprestasi. Jumlah nominal maupun jumlah siswa penerimanya diupayakan terus meningkat.

Bagaimana program untuk anak jalanan yang terus bertambah atau anak miskin agar dapat memperoleh pendidikan yang layak?

Sekolah-sekolah murah berkualitas atau yang selama ini gratis sampai setingkat SMP harusnya bisa mengakomodasi anak jalanan atau anak keluarga miskin. Kalau masih ada anak menggelandang di jalanan bisa jadi ada tekanan lain pada mereka, misalnya tuntutan orang tua agar mereka membantu mencari nafkah. Ini yang keliru dan harus ditangani lewat pemberdayaan ekonomi keluarga yang lebih bermartabat.

Bagaimana untuk penanganan Buta Kecakapan Hidup bagi lulusan sekolah atau anak putus sekolah?

Banyaknya SMK yang terus kita dorong juga lembaga-lembaga pendidikan non formal Insya Allah akan menampung anak-anak didik agar terlatih ketrampilannya agar siap masuk dunia kerja atau wira usaha. Untuk orang tua dan anaknya yang lulus SMP/MTs seyogyanya mendaftarkan diri ke SMK baik negeri atau swasta bila tidak ada program meneruskan ke perguruan tinggi. Lulusan SMK pun tetap bisa meneruskan ke perguruan tinggi agar ilmu dan ketrampilannya semakin kuat.

Bagaimana langkah pemerintah kota untuk menyediakan atau memperbaiki fasilitas gedung, sarana prasarana, teknologi, media belajar, dan buku perpustakaan secara merata untuk sekolah tengah kota dan pinggiran, sekolah negeri dan sekolah swasta?

Kita akan berbuat adil sesuai ketentuan. Sekolah negeri atau swasta, anak didik di sekolah negeri atau swasta adalah anak-anak bangsa yang harus kita perhatikan sesuai ketentuan dan kemampuan pemerintah. Insya Allah semuanya akan kita upayakan.

Saat ini semakin terjadi kesenjangan bahkan keirian antara guru negeri dan swasta terkait kesejahteraan. Gaji PNS naik terus tergantung ”keinginan politik” pemerintah, seolah PNS adalah ”WNI Kelas Satu”. Guru swasta, buruh, dan sejenisnya semakin terseok-seok dengan upah minimumnya dan bisa dinyatakan sebagai ”WNI Kelas 13”.  Bagaimana langkah pemerintah kota agar dapat lebih perhatian dan adil dalam menyejahterakan guru swasta?

Jangan ada iri, hal itu akan menciptakan sakit hati kalau tidak terpenuhi. Kita di tingkat kota memang masih mengikuti sistem di pemerintah pusat tentang penggajian guru PNS. Untuk guru swasta juga mengacu sistem yang ada. Intinya perhatian kita tetap sama untuk pegawai negeri dan swasta. Bila memungkinkan upaya-upaya peningkatan kesejahteraan tetap kita lakukan.Tambahan penghasilan atau insentif, tunjangan fungsional, tunjangan profesi, dan kemaslahatan bagi guru swasta tetap kita salurkan secara lancar. Yang penting berapapun yang kita terima mari kita syukuri dengan ikhlas agar kerja kita mendidik anak-anak bangsa mencapai kualitas hasil yang kita harapkan.

Bagaimana riwayat pendidikan Bapak dari kecil sampai sekarang menjadi Pemimpin Kota Semarang?

Awalnya saya hidup di desa. SD sampai SMP di Bantul. SMA di Banjarnegara. Kuliah di Yogyakarta. Alhamdulillah semuanya berjalan lancar. Jadi Walikota tidak pernah saya cita-citakan. Begitu lulus sarjana saya jadi PNS yang siap ditempatkan dimana saja. Dimanapun dan ada di posisi jabatan apapun saya berusaha untuk berbuat sebaik-baiknya sesuai amanah yang saya emban.

Apa saja prestasi Bapak selama sekolah?

Saya bukan termasuk anak sekolah yang berprestasi. Mengalir saja. Yang penting bagi saya sekolah lancar, tidak neka-neka, dan dapat meraih pekerjaan yang bisa digunakan untuk hidup bermanfaat. Saat kuliah saya sudah nyambi bekerja untuk meringankan beban orang tua.

Bagaimana usaha-usaha Bapak agar selalu berprestasi di sekolah?

Memang tidak ada prestasi saya yang menonjol, tetapi saya tetap belajar keras diiringi dengan ibadah dan doa. Insya Allah hidup kita akan dimudahkan.

Apa  pengalaman Bapak yang paling berkesan ketika dulu masih sekolah?

Siapa guru atau dosen yang sangat berpengaruh dalam hidup Pak Marmo? Apa yang menginspirasi atau telah ditanamkan beliau-beliau pada Pak  Marmo muda?

Masa sekolah sampai usia 17 tahunan semuanya mengesankan. Waktu SD biasa bersekolah tanpa alas kaki karena orang tua belum mampu membelikan sepatu. Tak jadi mengapa karena teman-teman sekelas juga demikian, jadi senang-senang saja ke sekolah. Semua guru bagi saya baik-baik. Yang berkesan itu bila ketemu guru yang mengesankan atau yang galak. Tapi di balik itu semua, saya tahu bahwa tidak ada guru yang pendendam. Kalaupun harus marah atau galak semua itu diladasi rasa sayang dan ingin anak didiknya berhasil.

Saat ini anak sekolah banyak menghadapi tantangan,  pengaruh media massa, teknologi informasi, film, mode, dan sebagainya yang bisa plus atau minus mempengaruhi kami. Bagaimana caranya agar kita mampu menghadapi  tantangan tersebut dan tetap semangat belajar?

Jadilah anak yang mandiri dan bertanggung jawab. Kalian harus bisa disiplin membagi waktu. Kapan belajar, ibadah, bermain, berkumpul keluarga, termasuk olah raga dan makan harus dijadwal dengan baik. Tugas utama kalian adalah belajar.  Kalau orang ingin berhasil ada dua syarat, yaitu disiplin dan mau bekerja keras. Kalau dilakukan Insya Allah berhasil.

Bagaimana nasehat Bapak kepada kami, agar kami bisa menjadi anak sekolah yang membanggakan dan bermanfaat?

Di samping dua syarat itu, jangan lupakan agama. Lakukan apa yang diperintahkan agama kita masing-masing. Rajin shalat, zikir, dan doa akan menyempurnakan usaha kita. Terakhir, jangan lupa untuk berbakti pada orang tua kita. Jangan durhaka, patuhi nasehat-nasehat mereka. Semoga kalian semua jadi anak yang sukses. Amiin.

(faishal dan megan, diedit oleh pram)


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: