Oleh: majalah merah putih | Agustus 5, 2010

Joyful Learning, Saatnya diterapkan

Joyful Learning, Saatnya diterapkan

Sri Husodo, S.Pd

Ketika peradaban sudah semakin maju, kita semua mulai menanyakan masih relevankah peranan sekolah sebagai tempat menuntut ilmu? Pertanyaan itu muncul, karena karena semua pengetahuan dan segala informasi sekarang sangat mudah didapat dengan berbagai media. Tak terbatas informasi yang merambah keseluruh pikiran kita, bagai udara yang kita hirup kemudian mengantar arus pemompakan darah keseluruh tubuh kita. Informasi tiada terbatas baik atau buruk, seperti halnya oksigen yang kadang telah tercampur dengan karbondioksida yang selalu kita hirup. Tentu lama-kelamaan akan membawa dampak bagi tubuh kita.

Itulah kekhawatiran yang muncul dibenak kita dan generasi yang akan datang. Maka grand design pendidikan dimuka bumi ini tentu akan berubah menurut jaman dan perubahan alam. Dan seharusnya kita sebagai pendidik yang berperan dalam hal tersebut, tidak berkutat pada masalah rutinitas pembelajaran yang justru membelenggu kita. Tapi menciptakan pembaharuan dalam rutinitas yang menyenangkan.

Guru masa kini bukanlah guru silat di film-film persilatan yang begitu dihormati, ditakuti, dan dipuja-puja. Peran guru dalam film tersebut benar-benar mencerminkan seorang guru yang sakti mandraguna. Tapi jaman sekarang apa kesaktian kita. Hal terkecil sebagai contoh; pengetahuan , informasi dan perkembangan teknologi lebih dulu dimengerti siswa.

Isu-isu yang berkembang di sekitar kita seperti global warming dan perdamaian dunia sebagai sebua tuntutan yang harus diakomodir dalam kurikulum kita. Kiranya perlu dipikirkan dan diterapkan the green curriculum for education dan peace curriculum for education. Saya kira semua sepakat bahwa perdamaian dan kehijauan menjadi hal yang penting untuk diterapan disekolah dekade ini. Tidak hanya di Indonesia tapi diseluruh dunia ini.

Maka mengingat dan mempertimbangkan berbagai hal tersebut, proses pembelajaran sekarang harus sesuai dengan kebutuhan siswa. Siswa yang beraneka karakter dengan latar belakang berbeda menginginkan kondisi dan proses pembelajaran yang menyenangkan (Joyful learning). Inovasi pembelajaran sangat diperlukan dalam rangka meningkatkan efisiensi, relevansi, kualitas dan efektivitas. Inovasi yang dilakukan diharapkan peserta didik menjadi manusia yang aktif , kreatif dan terampil memecahkan masalahnya sendiri (Yudrik , 2003:23).

Joyful Learning kerja bersama

Inovasi pembelajaran pada dasarnya memberikan sentuhan dalam pembelajaran agar proses pembelajaran menarik, efektif dan memberi manfaat kepada siswa. Maka konsep joyful learning lebih luas. Pembelajaran tidak hanya dilakukan di dalam kelas tapi dapat juga dilakukan di luar kelas sesuai kebutuhan.

Joyfull learning tidak akan berkembang manakala ada beberapa pihak yang kurang sepaham. Joyful learning adalah kerja bersama pihak-pihak terkait. Secara teknis konsep pembelajaran yang menyenangkan harus dipresentasikan oleh bidang kurikulum kepada seluruh guru, siswa, lembaga dan orang tua siswa. Konsep joyful learning bisa diterapkan melalui mobile learning, contekstual learning, cooperative learning dan lain-lain yang intinya pembelajaran yang menyenangkan. Dan kadang meninggalkan konsep-konsep yang telah baku ,tidak seperti biasanya.

Untuk mendukung dan menerapkan joyful learning, yang utama adalah (1) infrastruktur  memadai, disetiap tempat dan area, anak bisa belajar. (2) Kondisi guru yang nyaman dan professioal. (3) Siswa punya kuriositas atau kemauan untuk mencari tahu.

Menulis puisi di alam raya

Sumber:penulis

Mulailah dari Pembelajaran Anda

Sudahkah pembelajaran yang lakukan kita menyenangkan untuk kita dan siswa? Mari mencari dan terus mencari. Proses pencarian inipun sebenarnya merupakan kenikmatan bagi seorang guru, karena dituntut untuk kreatif dan inovatif. Sebenarnya tolok ukurnya mudah saja, apabila siswa dan guru merasa nyaman dan senang melaksanakan tugasnya hingga timbul interaksi positif itulah joyful learning yaitu sebuah pertemuan yang menumbuhkan.

Banyak cara untuk mengembangkan konsep joyful learning. Matematika bisa menjadi pelajaran yang amat menyenangkan apabila cara penyampainya mudah dimengerti dengan game-game yang menarik. Begitu halnya dengan materi pelajaran yang lain. Untuk dapat menciptakan itu semua seorang guru harus menguasai materi terlebih dahulu. Karena dikhawatirkan apabila tidak menguasai materi akan terjadi proses pembelajaran yang menyenangkan tanpa arah. (Guru SBK SMP-SMA Nasima)


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: