Oleh: majalah merah putih | Februari 24, 2011

PP RAUDHATUL QURAN ANNASIMIYAH Menggapai cinta Allah dengan meneladani manusia sempurna

PP RAUDHATUL QURAN ANNASIMIYAH

Menggapai cinta Allah dengan meneladani manusia sempurna

 

Ahad (17 Rabi’ul Awwal 1432 H / 20 Februari 2011), PP Raudhatul Qur’an Annasimiyyah Semarang, sebuah pondok pesantren hafalan Al Qur’an dan kajian kitab-kitab salaf,  menggelar peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW. Ratusan tamu memenuhi aula pondok di Jl Puspanjolo Dalam IX/11-13 Semarang.

Acara Maulid Nabi diawali dengan Dzikrullah melalui pembacaan kalimat-kalimat thayyibah, dilanjutkan pembacaan kitab maulid Ad-Diba’i karya Al Imam Abu Muhammad Abdurrahman bin Ali Addiba’i Asy Syaibani Azzubaidy beserta terjemahannya yang dipaparkan dengan LCD projector melalui layar besar di dalam maupun di luar ruangan, serta para santri yang unjuk kebolehan dengan menampilkan musik rebana/ marawis.

KH Hanief Ismail Lc, Pengasuh PP Raudhatul Qur’an Annasimiyyah, pada sambutannya mengatakan bahwa peringatan Maulid Nabi tidak hanya sekedar bertujuan untuk “rame-ramenan” namun agar dijadikan sebagai momentum untuk meneladani akhlak dan kehidupan Nabi Muhammad SAW di dalam kehidupan kita sehari-hari. Kyai Hanief Ismail juga mengajak jamaah untuk rajin mempelajari riwayat Nabi, keluarga, dan para sahabatnya dengan lengkap, tidak sepotong-sepotong. Para Sahabat Rasulullah SAW, Tabi’in, Tabi’uttabi’in, para Ulama dan para Habaib keturunan Rasulullah SAW adalah penerus risalah Rasulullah SAW sehingga kita bukan saja harus menghormatinya, tapi selalu berusahalah untuk dekat dengan mereka, menimba ilmu dari mereka.

Sebagai pembicara adalah Al Habib Hasan Abdurrahman Bin Zein Al Jufri. Kala itu sang Habib mengajak jamaah untuk meneladani Nabi Muhammad SAW sebagai makhluk Allah yang paling sempurna aqidah, akhlak, maupun fisiknya. Nabi Muhammad SAW adalah manusia yang penuh kasih sayang dan tidak pernah menyakiti orang lain. Nabi Muhammad SAW dalam memberikan nasihat, petunjuk, dan mengajak orang ke jalan Allah yang lurus selalu dengan keteladanan, kasih sayang, dan dengan akhlak yang mulia yang sempurna yang dimilikinya. Habib Hasan menyampaikan bahwa jika kita ingin meniru fisiknya, pastilah tidak akan mampu, bahkan yang terjadi adalah “mengada-ada“. Oleh karena itu, tirulah akhlaknya, ikutilah ajaran-ajarannya.

Habin Hasan juga mengingatkan kepada para hadirin bahwa Nabi Muhammad SAW adalah pemimpin yang tidak sombong, senantiasa ingat dan berbelas kasih kepada umatnya. Sampai-sampai saat menjelang wafatnyapun Beliau tetap menyebut dan memohonkan kasih sayang Allah untuk umatnya. Oleh karena itu, janganlah jadi orang yang bakhil! yakni orang yang jika disebut nama Nabi Muhammad tidak mau bershalawat kepadanya. Padahal Allah dan para malaikatpun bershalawat kepadanya. Sungguh telah cukup bagi Nabi shalawat dari Allah, Sang Kekasihnya. Oleh karena itu, jika kita bershalawat kepada Nabi Muhammad SAW pada hakikatnya adalah untuk kebahagiaan kita sendiri.

Tema peringatan Maulid Nabi kali ini adalah “Menggapai cinta Allah dengan meneladani Manusia Yang Sempurna”. Jamaah yang hadir tidak hanya dari santri pondok, namun juga santri TPQ beserta para wali santrinya, para pembina, pengawas, pengurus, guru, dan karyawan YPI Nasima, warga sekitar kelurahan Bojogsalaman dan warga dari berbagai penjuru wilayah di Kota Semarang. (dr)


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: